Jelena Djokovic Ingin Anaknya Mengidolai Atlet Lain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jelena Djokovic menghadiri pertandingan final putra Amerika Terbuka 2015 di New York City, 13 September 2015. Suami Jelena, Novak Djokovic menghadapi Roger Federer di partai final.  Clive Brunskill/Getty Images

    Jelena Djokovic menghadiri pertandingan final putra Amerika Terbuka 2015 di New York City, 13 September 2015. Suami Jelena, Novak Djokovic menghadapi Roger Federer di partai final. Clive Brunskill/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Novak Djokovic adalah petenis putra nomor satu dunia saat ini dengan sederet prestasi mengkilap. Namun sang istri, Jelena, justru ingin anak mereka yang baru berusia 16 bulan, Stefan, mencari atlet lain sebagai panutan dan bukan mengidolai sang ayah. Menurutnya, peran Novak cukup sebagai ayah.

    "Saya merasa sedih karena suami saya adalah seorang panutan yang luar biasa tapi putra kami tak akan melihatnya seperti itu. Ia hanya mengenalnya sebagai ayah. Kami harus mencari atlet lain yang bisa ia jadikan panutan," ujar Jelena dalam wawancara dengan CNN.

    Novak dan Jelena mulai menjalin hubungan 10 tahun lalu dan menikah pada Juli 2015. Sebelum resmi menjadi Nyonya Djokovic, wanita berusia 29 tahun itu sudah diserahi jabatan sebagai direktur Yayasan Novak Djokovic yang bergerak dalam membantu pendidikan dini anak-anak di usia awal.

    Keputusan untuk membantu pendidikan anak-anak kecil itu tak sepenuhnya disetujui di Serbia. Banyak pihak yang menilai begitu banyak orang yang perlu dibantu, bukan hanya para bocah kecil. Namun, pasangan Djokovic memiliki visi yang lebih jauh ke depan sehingga memutuskan anak-anak sebagai fokus bantuan mereka.

    "Keputusan tersebut sangat sulit karena banyak orang yang membutuhkan bantuan. Banyak permintaan yang datang pada kami untuk membantu ini dan itu," tutur Jelena, yang mengaku sudah melakukan penelitian mengenai hal apa yang perlu mendapat bantuan sebelum yayasan dibentuk pada 2012..

    Kelahiran Stefan membuat Novak dan Jelena makin menyadari pentingnya pendidikan buat anak.
    "Sebagai seorang ibu, saya sangat tertarik pada pendidikan awal. Saya bisa merasakan kesulitan yang dirasakan oleh banyak keluarga. Kami sebagai orang tua sangat ingin memberi kesempatan pada anak kami. Kami banyak membaca dan mengenalkannya pada banyak kondisi berbeda di sekitar. Kami menerapkan program fisik, kecerdasan, musik, dan bahasa," ungkapnya.

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.