Sharapova Berterima Kasih Atas Dukungan dan Loyalitas Fan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maria Sharapova saat menggelar konferensi pers di The LA Hotel Downtown, Los Angeles, California, 7 Maret 2016. Juara lima gelar Grand-slam ini mengaku tidak memperhatikan surat peringatan dari WADA mengenai daftar obat baru yang dilarang pada akhir 22 Desember 2015. Kevork Djansezian/Getty Images

    Maria Sharapova saat menggelar konferensi pers di The LA Hotel Downtown, Los Angeles, California, 7 Maret 2016. Juara lima gelar Grand-slam ini mengaku tidak memperhatikan surat peringatan dari WADA mengenai daftar obat baru yang dilarang pada akhir 22 Desember 2015. Kevork Djansezian/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa hari setelah mengagetkan dunia karena gagal tes doping untuk Australia Terbuka, petenis Maria Sharapova berterima kasih pada penggemarnya atas loyalitas dan "kata-kata luar biasa" yang membuatnya tersenyum.

    Atlet asal Rusia itu menghadapi larangan bermain hingga empat tahun menyusul penyelidikan Federasi Tenis Internasional setelah hasil tesnya positif meldonium, yang oleh beberapa peneliti telah dikaitkan dengan peningkatan ketahanan tubuh dan performa.

    "Saya bangun pagi kemarin, kotak surat elektronik penuh dengan cinta dan kasih," kata Sharapova, 28 tahun, dalam akun Facebook-nya, seperti diberitakan Reuters, Kamis. "Saat ini, saya dengan bangga memanggil kalian penggemar."

    Beberapa jam setelah pengumuman, para penggemar mendukungnya, yang menurut dia biasanya didengar bila seseorang meraih juara. "Saya mau main lagi dan berharap masih ada kesempatan. Pesan-pesan kalian memberi saya semangat. Saya hanya ingin bilang terima kasih. Terima kasih banyak."

    Sharapova harus mengatasi beberapa cedera tahun ini, tapi ia dikenal pantang menyerah saat bertanding. Ia mengaku sekarang siap berjuang melewati kemundurannya itu.

    Ia sempat mengatakan hanya terpikir untuk bermain tenis saat pagi hari dan berharap ia tidak harus mengalami hal ini tapi akan terus menghadapinya.

    "Saya butuh berkeringat, melanjutkan pekerjaan saya sehari-hari, seperti yang sudah saya lakukan hampir sepanjang hidup saya, jadi saya ke gym," katanya. "Lalu saya sadar ada mobil-mobil yang mengikuti. Paparazi yang baik balik lagi."

    Sharapova, atlet perempuan berpenghasilan tertinggi, bertanggung jawab penuh atas kesalahannya mengkonsumsi obat yang dilarang sejak 1 Januari lalu. Ia sudah menggunakan zat tersebut selama satu dekade atas saran dokter keluarganya.

    Federasi Tenis Internasional menskors empat tahun bila tes terbukti positif.

    Larangan main tersebut dapat berkurang dalam beberapa kondisi, misalnya pemain tidak terbukti melakukan kesalahan besar atau lalai.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.