Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kisah Michael Phelps Lepas dari Ketergantungan pada Alkohol

image-gnews
Atlet renang asal Amerika Michael Phelps, berenang dengan kecepatan tinggi di nomor pertandingan 200 m gaya bebas.  Santa Clara, California, 20 Juni 2015. Don Feria / Getty Images
Atlet renang asal Amerika Michael Phelps, berenang dengan kecepatan tinggi di nomor pertandingan 200 m gaya bebas. Santa Clara, California, 20 Juni 2015. Don Feria / Getty Images
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pengalaman berurusan dengan yang berwajib dan menjalani rehabilitasi tak akan pernah dilupakan oleh Michael Phelps. Buat bintang renang Amerika Serikat itu, pengalaman hidup bukan hanya berlomba, medali, dan rekor -- sesuatu yang telah menjadikannya atlet terbesar dalam sejarah Olimpiade dan juga salah satu atlet terkaya di muka bumi.

Bahagiakah Phelps meraih berbagai prestasi, kekayaan, dan popularitas itu? Ternyata ada bagian hidup yang tak kalah penting buat kolektor 18 medali emas Olimpiade itu, yakni ketika 18 bulan lalu ia ditangkap polisi karena mengemudi dalam keadaan mabuk.

Kesalahan yang sama juga pernah dibuatnya pada 2004. Lima tahun kemudian, Phelps kedapatan merokok mariyuana, yang membuatnya kembali menjadi sorotan dan dihukum dari kolam renang selama tiga bulan oleh federasi renang AS (USSF).

Setelah terkena hukuman tak boleh bertanding selama enam bulan pada September 2014, Phelps merasa hidupnya justru lebih bebas dan bahagia.

"Buat saya ini perubahan besar. Saya merasa tidak ada beban lagi yang harus dipikul. Apapun yang saya rasakan di dalam, saya bisa mengeluarkannya, dan rasanya sungguh luar biasa," ujar Phelps di USA Today.

Di usianya yang menjelang 31 tahun, Phelps masih merasa termotivasi seperti saat ia jauh lebih muda. Namun kini ia lebih tenang, dan menyadari dirinya di luar kolam sama baiknya dengan di dalam.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Saya tak yakin orang mengenal siapa saya sesungguhnya. Mereka hanya melihat saya sebagai perenang, bukan secara pribadi. Inilah kesempatan buat saya untuk menunjukkan diri saya sebenarnya. Apapun komentar orang, inilah saya, tak ada yang disembunyikan," ungkap Phelps.

Setelah menjalani rehabilitasi, Phelps merasa 18 bulan tanpa alkohol membuat hidupnya lebih baik, bahkan ia merasakan kondisinya kini sebagai yang terbaik. Ia terus menyiapkan diri untuk berlomba di Olimpiade Rio, Agustus nanti. Ia menyadari perjuangan yang makin berat untuk meraih medali di Rio dan bila gagal ia akan kecewa tapi lebih legawa menerimanya.

"Pola pikir ini mungkin berbeda dengan empat atau delapan tahun lalu," ujar atlet yang tengah menanti kelahiran anak pertama itu.

Ia juga ingin membangun keluarga yang utuh bersama tunangannya, Nicole Johnson. Bila sudah menjadi ayah, ia akan tetap aktif di renang tapi dengan kapasitas yang berbeda dan memburu prestasi besar bukan lagi menjadi prioritas utamanya.

PIPIT

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Biden, Obama dan Clinton Dicemooh karena Bela Israel dalam Penggalangan Dana Terbesar Demokrat

10 menit lalu

Presiden AS Joe Biden besama mantan presiden AS Barack Obama meninggalkan Air Force One di Bandara Internasional John F Kennedy di New York, AS 28 Maret 2024. REUTERS
Biden, Obama dan Clinton Dicemooh karena Bela Israel dalam Penggalangan Dana Terbesar Demokrat

Joe Biden, Barack Obama dan Bill Clinton dicemooh demonstran atas dukungannya terhadap serangan Israel ke Gaza


Perenang Penyintas Leukemia, Rikako Ikee, Siap Berkompetisi di Olimpiade 2024 Paris

20 menit lalu

Perenang Jepang Rikako Ikee setelah penyerahan medali nomor 50 meter gaya bebas putri Asian Games 2018 di Aquatic Centre GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (24/8/2018). Rikako Ikee telah meraih enam emas AG 2018. ANTARA FOTO/INASGOC/Sigid Kurniawan
Perenang Penyintas Leukemia, Rikako Ikee, Siap Berkompetisi di Olimpiade 2024 Paris

Perenang asal Jepang yang merupakan penyintas leukemia, Rikako Ikee, siap berkompetisi di Olimpiade 2024 Paris.


Deretan Kontroversi Diva Nyentrik Lady Gaga

3 jam lalu

Lady Gaga dan Joaquin Phoenix dalam film Joker: Folie a Deux. Foto: Instagram/@toddphillips
Deretan Kontroversi Diva Nyentrik Lady Gaga

Lady Gaga, diva bernama asli Stefani Joanne Agelina Germanotta ini juga kerap mendulang atensi karena sederet kontroversinya.


Rusia Klaim Punya Bukti Nasionalis Ukraina Terhubung dengan Serangan Moskow

4 jam lalu

Seorang tersangka penyerangan penembakan di tempat konser Balai Kota Crocus dikawal di dalam pengadilan distrik Basmanny di Moskow, Rusia 24 Maret 2024. REUTERS/Shamil Zhumatov
Rusia Klaim Punya Bukti Nasionalis Ukraina Terhubung dengan Serangan Moskow

Rusia mengatakan menemukan bukti bahwa pelaku yang membunuh lebih dari 140 orang di gedung konser dekat Moskow terkait dengan "nasionalis Ukraina."


Lady Gaga: Diva Nyentrik yang Menapaki 38 Tahun

4 jam lalu

Lady Gaga saat menghadiri acara Piala Oscar di Hollywood, Los Angeles, California, 13 Maret 2023. REUTERS/Eric Gaillard
Lady Gaga: Diva Nyentrik yang Menapaki 38 Tahun

Bintang nyentrik Lady Gaga, penyanyi, penulis lagu dan aktris kini tengah dinanti aktingnya di film Joker: Folie a Deux yang masuk proses tahap akhir.


Jenderal AS: Kami Tak Bersedia Beri Israel Senjata Apa Pun yang Diinginkan Saat Ini

4 jam lalu

Jenderal Charles Q. Brown Junior. REUTERS
Jenderal AS: Kami Tak Bersedia Beri Israel Senjata Apa Pun yang Diinginkan Saat Ini

Jenderal militer AS mengatakan bahwa Washington belum memberikan semua senjata yang diminta Israel, karena AS tidak bersedia memberikannya saat ini


Top 3 Dunia: Dugaan WNI di Kapal Penabrak Jembatan Baltimore, Warga AS Tak Setujui Serangan Israel

7 jam lalu

Bagian dari jembatan Francis Scott Key yang runtuh setelah ditabrak kapal kontainer Dali di Baltimore, Maryland, AS, 26 Maret 2024. Insiden ini menyebabkan sebagian besar Jembatan Francis Scott Key runtuh yang menyebabkan beberapa kendaraan yang melintasi terperosok ke Sungai Patapsco. U.S. Army Corps of Engineers/Handout via REUTERS
Top 3 Dunia: Dugaan WNI di Kapal Penabrak Jembatan Baltimore, Warga AS Tak Setujui Serangan Israel

Top 3 dunia adalah Kemlu dalami dugaan adanya WNI di kapal penabrak di Baltimore, warga AS tak setuju serangan Israel, jenazah ABK WNI dipulangkan.


Ragam Respons Atas Resolusi DK PBB Agar Gencatan Senjata di Gaza Selama Ramadan

14 jam lalu

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) akhirnya menyetujui resolusi gencatan senjata segera antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas.
Ragam Respons Atas Resolusi DK PBB Agar Gencatan Senjata di Gaza Selama Ramadan

Resolusi DK PBB ini disahkan dengan skor 14-0 usai Amerika Serikat abstain, tidak menggunakan hak vetonya.


WNI Disebut Jadi Kapten Kapal Penabrak Jembatan Baltimore, Ini Penjelasan Kemlu

1 hari lalu

Pemandangan udara dari kapal kargo Dali yang menabrak Jembatan Francis Scott Key, menyebabkannya runtuh di Baltimore, Maryland, AS, 26 Maret 2024. Maryland National Guard/Handout via REUTERS
WNI Disebut Jadi Kapten Kapal Penabrak Jembatan Baltimore, Ini Penjelasan Kemlu

Kementerian Luar Negeri menjelaskan ihwal WNI yang disebut menjadi kapten kapal yang menabrak jembatan di Baltimore, Amerika Serikat.


Survei: Mayoritas Warga Amerika Serikat Kini Menentang Serangan Israel ke Gaza

1 hari lalu

Puluhan demonstran pro-Palestina mengangkat telapak tangan mereka saat rapat Kongres Amerika Serikat di Capitol Hill, Washington, AS, 31 Oktober 2023. Puluhan demonstran pro-Palestina menyerbu rapat Kongres Amerika Serikat yang tengah membahas bantuan dana untuk Israel yang masih berperang dengan Hamas. REUTERS/Kevin Lamarque
Survei: Mayoritas Warga Amerika Serikat Kini Menentang Serangan Israel ke Gaza

55% warga Amerika Serikat tidak menyetujui respons militer Israel ke Gaza, menurut jajak pendapat terbaru Gallup