Doping Sharapova dan Kontroversi Meldonium  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi petenis Maria Sharapova dalam konferensi pers setelah dinyatakan gagal tes doping dalam persiapan Australian Terbuka di LA Hotel Downtown, 7 Maret 2016. Sharapova tidak lolos tes doping pada turnamen yang berlangsung Januari lalu. Jayne Kamin-Oncea-USA TODAY Sports

    Ekspresi petenis Maria Sharapova dalam konferensi pers setelah dinyatakan gagal tes doping dalam persiapan Australian Terbuka di LA Hotel Downtown, 7 Maret 2016. Sharapova tidak lolos tes doping pada turnamen yang berlangsung Januari lalu. Jayne Kamin-Oncea-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika masyarakat dunia sedang tertuju dengan Gerhana Matahari Total yang melewati Indonesia, Rabu, 9 Maret 2016 lalu, di belahan dunia lain, Maria Sharapova tengah ogah-ogahan bangun tidur pada pagi itu.

    Ini tak seperti biasanya, karena hari-harinya selalu aktif diisi dengan latihan atau pertandingan setiap pagi. Dia kini bahkan malas ke luar rumah. Bangun pukul 06.00 dengan raut muka yang masih muram, dia  membuka inbox emailnya. Sesuai harapannya, teman-teman dan sahabatnya mengirim pesan dukungan yang indah, seperti #IStandWithMaria dan #LetMariaPlay. “Ini yang saya butuhkan. Surat mereka membuat saya masih bisa tersenyum,” katanya.

    Juara Grand Slam lima kali ini telah melewati hari berat menyusul pernyataannya mengenai kasus doping yang menimpanya Senin lalu. Tak ada yang lain dari pikirannya kecuali bangun dari tempat tidur dan bermain tenis. “Saya bertekad untuk bermain tenis lagi dan saya berharap saya akan memiliki kesempatan untuk melakukannya.”

    Maria Sharapova telah dinyatakan bersalah dengan tuduhan "kelalaian yang disengaja" menggunakan Meldonium. Obat itu masuk daftar obat terbaru yang dilarang Badan Anti-Doping Dunia WADA per 1 Januari 2016. Keputusan itu diambil karena  WADA menyadari banyak petenis menggunakan  obat itu karena membantu penyerapan oksigen dan daya tahan atlet.

    Sharapova kini  menunggu keputusan Federasi Tenis Internasional (ITF), yang akan mengadakan rapat dengar pendapat tentang kasus ini dan memutuskan sanksi terhadapnya. Mantan Presiden Badan Anti-Doping Dunia Dick Pound mengatakan Sharapova bisa menghadapi larangan bermain hingga empat tahun. “Kecuali dia bisa menunjukkan bukti  yang meringankan saat tes di Australia Terbuka pada Januari lalu," kata Pound.

    Meldonium ditemukan oleh ilmuwan asal Latvia, yang dirancang untuk mengobati kondisi jantung. Sharapova mengakui telah menggunakan obat itu selama 10 tahun terakhir dalam konferensi pers di Los Angeles pada hari Senin lalu. Alasannya, obat itu untuk mengatasi masalah medis yang membebatnya selama ini, bahwa dia kekurangan magnesium dan mendapati tanda-tanda awal diabetes dari hasil uji echocardiography.

    Ivars Klavins, Ilmuwan Latvia penemu obat Meldonium,  mengatakan bahwa obat itu bukan doping. Namun, melindungi atlet terhadap kerusakan jantung selama latihan fisik yang ekstrim. Jika jantung bekerja sangat keras, obat itu akan' melindungi sel-sel jantung. “Ini tidak sama dengan peningkatan kinerja.”

    Klavins mengakui obat yang juga dikenal sebagai mildronate, itu jamak digunakan serdadu Soviet. Bahkan, tentara di seluruh dunia menggunakan obat ini.  Sebab, jika kekurangan oksigen di udara di pegunungan, di pesawat atau di kapal selam, obat itu akan melindungi tentara terhadap kerusakan.

    Grindeks, perusahaan Latvia yang memproduksi mildronate, merupakan pusat penelitian obat yang paling penting di Uni Soviet selama Perang Dingin. Nama Grindeks tetap digunakan untuk pabrik obat ketika Latvia merdeka pada 1991. Perusahaan ini diprivatisasi pada tahun 1997 dan terdaftar di bursa saham Latvia setahun kemudian. Mildronate adalah obat dengan penjualan tertinggi.

    Perusahaan ini tidak mau mengungkapkan angka penjualan untuk  individu, tetapi total penjualan obat dan bahan farmasi pada tahun 2015 melebihi AS $ 90 juta atau Rp 1,1 triliun. Grindeks mengatakan normal pengobatan dengan meldonium adalah empat sampai enam minggu. Salah satu masalah yang harus ditangani adalah bahwa penggunaan produk ini untuk tujuan terapeutik bukan jangka panjang.

    Sejauh ini, Sharapova merupakan satu-satunya petenis yang positif yang tes meldonium. Sementara, studi yang diterbitkan di British Journal of Sports Medicine menemukan bahwa 490 atlet kemungkinan menggunakan meldonium di Pesta Olahraga Eropa di Baku, Azerbaijan, tahun lalu. Obat itu belum dilarang saat pesta olahraga tersebut berlangsung.

    Dalam studi itu, ada 13 peraih medali emas menggunakan meldonium, 66 atlet diuji positif, dan obat itu terdeteksi pada atlet di 15 dari 21 cabang olahraga. Penelitian inilah yang kemudian memberikan kontribusi terhadap keputusan WADA untuk menambah meldonium ke daftar obat yang dilarang.

    Beberapa sponsor kabarnya sudah menarik diri seperti Porsche, Nike, dan Tag Heuer. Mungkin ini menjadi hari hari berat bagi petenis cantik asal Rusia itu. Kegunaan Meldonium untuk mengatasi masalah kesehatan Sharapova tersebut masih belum jelas. Tapi,  dia juga membantah mengkonsumsi zat tersebut untuk meningkatkan performanya.

    NUR HARYANTO

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.