DKI Berburu Atlet Panjat Tebing untuk PON Lewat Media Sosial  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua peserta panjat tebing kategori Spider Kid Junior beradu kecepatan mencapai titik finish pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur di Yogyakarta, 20 Agustus 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    Dua peserta panjat tebing kategori Spider Kid Junior beradu kecepatan mencapai titik finish pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur di Yogyakarta, 20 Agustus 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.COJakarta - Tim panjat tebing DKI Jakarta melakukan pencarian dan penerimaan atlet yang disiapkan khusus untuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 melalui media sosial.

    "Kita sistemnya open recruitment melalui pengumuman di semua media sosial sejak bulan April 2013," kata pelatih panjat tebing DKI Jakarta, Hendra Basir, saat ditemui di GOR Soemantri Brodjonegoro Jakarta Selatan, Jumat pagi.

    Dia menuturkan, penerimaan tersebut dibuka untuk umum, baik bagi individu yang sama sekali belum pernah melakukan panjat tebing maupun yang sudah profesional.

    Pada masa awal penerimaan tersebut, ujar Hendra, ada 29 orang yang berhasil masuk komposisi calon atlet panjat tebing DKI Jakarta.

    "Sekarang tinggal 17, namanya juga seleksi alam. Jujur, hingga sekarang saya baru mengeluarkan satu orang, sisanya banyak yang mengundurkan diri di tengah proses penilaian," kata Hendra.

    Menurut pengamatan yang dia lakukan, kebanyakan calon atlet yang mengundurkan diri tersebut beralasan tidak sanggup bersaing dengan kandidat lain atau ingin fokus pada pendidikan.

    Lebih lanjut, kata Hendra, dari 17 atlet yang masih bertahan hingga sekarang, sekitar 10 orang di antaranya merupakan atlet senior yang telah mengikuti PON pada tahun 2012.

    Walaupun tujuh orang merupakan atlet junior, Hendra menilai kemampuan mereka sudah baik dan mampu membuktikan prestasi mereka saat berlaga di pra-PON di tahun 2015.

    "Ada yang dasarnya memanjat untuk sekadar senang-senang saja, tapi juniornya di pra-PON sudah ada yang dapat medali emas, perak, ada yang perunggu," katanya menambahkan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.