Praveen/Debby Ikuti 3 Turnamen Sebelum Tampil di Olimpiade  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Praveen Jordan (kanan) berselebrasi dengan Debby Susanto usai memenangkan final Ganda Campuran All England 2016 di Birmingham, Inggris, 13 Maret 2016. Praveen/Debby berhasil mengalahkan pasangan rangking pertama dunia, Zhao/Zhan di semifinal. Action Images via Reuters/Andrew Boyers

    Praveen Jordan (kanan) berselebrasi dengan Debby Susanto usai memenangkan final Ganda Campuran All England 2016 di Birmingham, Inggris, 13 Maret 2016. Praveen/Debby berhasil mengalahkan pasangan rangking pertama dunia, Zhao/Zhan di semifinal. Action Images via Reuters/Andrew Boyers

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala pelatih ganda campuran pelatnas PBSI, Richard Mainaky, telah menentukan tiga turnamen terakhir bagi atlet-atlet andalannya sebelum penutupan kualifikasi Olimpiade Rio 2016 pada Mei 2016.

    "Tantangan terbesar bagi Praveen Jordan/Debby Susanto adalah Indonesia Terbuka 2016 dan Olimpiade 2016. Tiga turnamen superseries di India, Malaysia, dan Singapura untuk menambah poin kualifikasi mereka agar lebih aman," kata Mainaky di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa malam, 15 Maret 2016.

    Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, menang dalam turnamen All England 2016 di Birmingham, Inggris.

    Menurut Mainaky, turnamen India Terbuka 2016 akan digelar di New Delhi pada 29 Maret-3 April 2016. Malaysia Terbuka 2016 akan diselenggarakan pada 5-10 April di Shah Alam. Sedangkan Singapura Terbuka 2016 akan digelar pada 12-17 April.

    Dia menilai permainan Praveen/Debby akan lebih konsisten setelah menjadi juara dalam All England 2016, terutama saat mereka mengalahkan pasangan unggulan pertama, Zhang Nan/Zhao Yunlei, pada semifinal.

    "Saya melihat penampilan lawan biasa saja. Tapi, pada beberapa pertandingan sebelumnya, terutama di Cina dan Hong Kong pada 2015, Zhang/Zhao hampir kalah oleh Praveen/Debby dengan tiga game," ucapnya. Dia menambahkan, pola permainan Zhang/Zhao sudah dikuasai Praveen/Debby.

    Terkait dengan pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Mainaky menuturkan kondisi Tontowi belum sepenuhnya pulih pascasakit demam berdarah setelah mengikuti Malaysia Masters 2016.

    "Secara individu, Liliyana sudah tampil bagus. Hanya terkendala pada Tontowi yang baru sembuh dari demam berdarah. Meski hanya sebulan untuk penyembuhan, kondisi Tontowi masih turun," katanya.

    Sedangkan pasangan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja dan Ronald Alexander/Melati Oktaviani, ujar dia, punya progres penampilan yang bagus karena masuk 20 besar dunia sebagai pasangan muda.

    "Kami memang sedang berfokus pada pasangan-pasangan yang akan masuk Olimpiade Rio 2016. Pemain-pemain muda kami harapkan dapat menambah pengalaman bertanding, baik dalam turnamen grand prix gold maupun superseries," ucap Mainaky.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.