Swiss Terbuka Jadi Ajang Unjuk Gigi Pasangan Edi/Gloria

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet bulutangkis Edi Subaktiar. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Atlet bulutangkis Edi Subaktiar. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan ganda campuran Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja berharap dapat meraih gelar pertama mereka dalam turnamen Swiss Terbuka 2016 sebagai bukti kebangkitan kembali prestasi dalam kejuaraan bulu tangkis internasional.

    "Saya menjadikan All England kemarin sebagai momentum awal untuk kembali berprestasi. Saya dan Gloria berharap bisa bawa gelar pertama kami di sini," kata Edi selepas pertandingan pertama di Basel, Swiss dalam pesan singkat kepada Antara di Jakarta, Rabu malam.

    Pasangan Edi/Gloria melaju ke putaran kedua turnamen tingkat grand prix gold itu setelah mengalahkan ganda Jerman Johannes Pistorius/Eva Janssens pada pertandingan putaran pertama 21-15, 21-15.

    Pada game pertama, pasangan Indonesia yang menjadi unggulan delapan itu bermain dalam poin-poin ketat menghadapi Pistorius/Janssens 1-2, 3-4, dan 4-5.

    Atlet pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia itu mampu mendominasi permainan game pertama setelah jeda dengan poin 7-4, 11-8, 15-10, 17-13, hingga berakhir 21-15.

    Ganda Merah-Putih yang menempati peringkat 17 dunia itu dengan mudah memenangkan game kedua atas Pistorius/Janssens setelah unggul 9-2, 17-8, 19-13.

    Setelah menang cepat dalam pertandingan selama 26 menit, Edi/Gloria akan menghadapi pasangan Taiwan Liao Min Chun/Chen Hsiao Huan pada pertandingan putaran kedua yang akan berlangsung pada Kamis (17/3).

    Dalam turnamen All England 2016, pasangan muda pelapis ketiga ganda campuran Indonesia itu hanya mencapai putaran kedua setelah kalah dari senior mereka Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

    "Kemenangan Praveen Jordan/Debby Susanto semakin meyakinkan saya bahwa ada kesempatan untuk menyodok peringkat atas nomor ganda campuran," ujar Edi.

    Pasangan campuran lain Indonesia dalam Swiss Terbuka 2016 Ronald Alexander/Melati Daeva Oktaviani tersingkir setelah kalah dari wakil Prancis Gaetan Mittelheisser/Audrey Fontaine dengan skor 21-23, 14-21.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?