Skandal Doping Meluas, Menteri Olahraga Rusia Siap Mundur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa butir obat jenis Mildronate (Meldonium) di apotek di Saulkrasti, Latvia, 9 Maret 2016. Pada Senin (7/3) petenis cantik asal Rusia, Maria Sharapova gagal lolos tes doping dalam turnamen Australian Open lantaran positif mengonsumsi Meldonium. REUTERS

    Beberapa butir obat jenis Mildronate (Meldonium) di apotek di Saulkrasti, Latvia, 9 Maret 2016. Pada Senin (7/3) petenis cantik asal Rusia, Maria Sharapova gagal lolos tes doping dalam turnamen Australian Open lantaran positif mengonsumsi Meldonium. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Olahraga Rusia mengatakan siap mengundurkan diri setelah kasus doping di negara tersebut meluas ke cabang gulat dan makin banyak atlet yang terancam tidak bisa mengikuti Olimpiade 2016.

    Ketua Federasi Gulat Rusia (WFR) Mikhail Mamiashvili pada Selasa, 22 Maret 2016, mengatakan bahwa setelah WRF menemukan praktek doping yang meluas, atlet-atlet gulat Rusia mengikuti jejak atlet atletik yang dicoret untuk Olimpiade Rio de Janeiro Agustus mendatang.

    Kasus tersebut terungkap sehari setelah hasil tes dari empat atlet atletik Rusia menunjukkan positif menggunakan meldonium.

    Presiden Rusia Vladimir Putin, Selasa, mengatakan menteri olahraganya, Vitaly Mutko, akan tetap pada jabatannya meski ada skandal doping itu.

    Namun, Mutko mengatakan ia siap untuk meletakkan jabatannya jika diminta.

    "Negara ini punya kepemimpinan yang menetapkan keputusan. Saat saya melihat masalah ini karena saya, saya akan mundur," kata Mutko seperti dikutip kantor berita R-Sport.

    Pada tahun lalu, olahraga Rusia dilanda masalah ketika badan antidoping dunia (WADA) menyatakan ada kasus korupsi dan kecurangan yang endemik pada cabang atletik negara tersebut.

    Atlet Rusia bakal dilarang ikut kompetisi internasional, termasuk Olimpiade, jika negara itu tidak berusaha melepaskan diri dari sanksi itu.

    Sejak itu Rusia menunjukkan keseriusannya untuk memenuhi standar anti-doping internasional.

    Sementara, 18 atlet diumumkan mengkonsumsi obat terlarang meldonium. Mamiashvili mengatakan dua pegulat putra, yakni peraih perak kejuaraan dunia 2014, Evgeny Saleev, dan peraih perak kejuaraan dunia 2015, Sergei Semenov, terbukti menggunakan meldonium.

    Namun, ia mengungkapkan banyaknya masalah doping di olahraga. "Ada puluhan hasil tes yang positif, setiap orang secara psikologis dalam kondisi buruk," katanya.

    Ketua persatuan olahraga gulat se-dunia (UWW) Nenad Lalovic menyatakan terkejut dengan kasus di Rusia itu, dan meminta federasi setempat meningkatkan pemeriksaan atletnya. "Sebelumnya di kejuaraan dunia tidak pernah ada atlet Rusia yang positif doping,” katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.