Satlak Prima Targetkan Indonesia Masuk 10 Besar Asian Games  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan melakukan angkatan ketika mengikuti pemusatan latihan di Kawasan Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, 4 Maret 2016. Sebanyak 13 atlet angkat besi menjalani pelatnas sebelum disaring menjadi lima putra dan dua putri untuk mengikuti Olimpiade Rio de Janerio 2016. ANTARA/Wahyu Putro A

    Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan melakukan angkatan ketika mengikuti pemusatan latihan di Kawasan Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, 4 Maret 2016. Sebanyak 13 atlet angkat besi menjalani pelatnas sebelum disaring menjadi lima putra dan dua putri untuk mengikuti Olimpiade Rio de Janerio 2016. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.COJakarta - Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Ahmad Sutjipto siap menjawab target 10 besar Asian Games 2018 yang diamanatkan  pemerintah. 

    "Satlak Prima itu hadir untuk bisa memenuhi target tersebut. Realistis kok kontingen Indonesia masuk peringkat 10 besar, apalagi masih punya waktu dua tahun lagi," kata Ahmad.

    Untuk bisa menembus target itu, kata Ahmad, Satlak Prima telah merancang program latihan dengan konsep  High Performance Programme (Hipop), yang memiliki fitur keterlibatan sport science (SC). 

    Lewat Hipop, Satlak Prima dengan pengurus besar akan menggelar berbagai tes untuk mengetahui secara detail defisit performa para atlet yang tergabung di skuad Satlak Prima. Dari sana, Satlak Prima bersama-sama induk-induk organisasi (PB/PP) akan menyusun program latihan inti dengan model periodisasi yang lebih mengenali program tersebut, di samping rekayasa kepelatihan spesifik yang bisa mengatasi defisit  performa para atlet.

    Satlak Prima yakin, dengan metode latihan yang lebih terukur lebih sistematis, berorientasi tujuan, dan lebih aman dikomplementasikan dengan kompetisi yang lebih berkualitas, sukses prestasi Asian Games akan bisa diraih.

    "Tidak ada trik sulap dalam olahraga prestasi, melainkan dengan kerja keras dan konsisten melaksanakan program," ujarnya.

    Kehadiran Satlak Prima di bawah kepemimpinan mantan Kepala Staf Angkatan Laut ini jauh berbeda dengan sebelumnya. Tidak hanya penyempurnaan program latihan atlet, dalam masalah keuangan pun dianut transparansi dan akuntabilitas yang tinggi. Tujuannya, dana yang dikeluarkan melalui APBN itu bisa dipergunakan secara tepat guna dan sasaran. 

    "Melalui pengelolaan dana yang transparan dan akuntabilitas yang tinggi, saya yakin pemerintah dan DPR akan memenuhi seluruh kebutuhan yang diajukan Satlak Prima," katanya.

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.