Kalah Lagi, Andy Murray Bantah Berselisih dengan Pelatihnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andy Murray. AP/Charles Krupa

    Andy Murray. AP/Charles Krupa

    TEMPO.COJakarta - Lagi-lagi Andy Murray harus pulang lebih cepat dari sebuah turnamen besar. Setelah kalah pada awal seri Master Indian Wells, petenis nomor dua dunia itu kembali tak bisa melangkah jauh pada seri Master di Miami, Amerika Serikat. Murray dikalahkan Grigor Dimitrov 7-6 (1), 4-6, 3-6 pada babak III.

    Bukan hanya kekalahan Murray yang menjadi sorotan, tapi juga ketidakhadiran pelatihnya, Amelie Mauresmo, di boks pemain. Kabarnya, Murray tengah berselisih dengan mantan pemain putri nomor satu dunia itu. Murray berdalih Mauresmo sengaja absen dengan tujuan memberi Murray kesempatan untuk lebih mengontrol emosinya di lapangan.

    Namun ketidakhadiran sang pelatih tak ada pengaruhnya buat emosi Murray, yang berkali-kali berteriak penuh frustrasi atas permainan buruknya. Ia membuat 50 kali kesalahan sendiri, jumlah yang terlalu banyak untuk pemain atas sepertinya. 

    Berkali-kali ia melihat ke arah boks-nya di tribun dan mengungkapkan frustrasinya. Di boks itu, duduk pelatih keduanya, Jamie Delgado; istrinya, Kim; dan mertuanya, Nigel Sears.

    "Saya sedang berusaha menemukan cara berbeda untuk meningkatkan fokus di lapangan. Kalau saya berselisih, Amelie tak mungkin ikut saya ke turnamen ini. Kami makan malam bersama dengan semua anggota keluarga kami semalam, jadi sudah jelas tidak ada apa-apa di antara kami," kata Murray seperti dilansir Daily Mail.

    "Omongan-omongan seperti itu bisa merusak fokus. Kalau saya menang, tak ada yang bilang kami berselisih," ujar pemain Britania Raya itu.

    Ia mengaku sangat kecewa dengan kekalahan itu karena merasa persiapannya ke Miami sangat baik dan menyesali banyaknya unforced error yang telah dibuatnya.

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.