India Open, Tommy Sugiarto Kalahkan Lee Dong Keun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Tommy Sugiarto setelah meraih angka pada saat melawan Pablo Abian dalam babak pertama Kejuaraan Dunia Total BWF World Championship 2015 di Jakarta, 10 Agustus 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ekspresi Tommy Sugiarto setelah meraih angka pada saat melawan Pablo Abian dalam babak pertama Kejuaraan Dunia Total BWF World Championship 2015 di Jakarta, 10 Agustus 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, New Delhi - Pemain tunggal putra Indonesia Tommy Sugiarto mendapat tiket ke babak kedua India Terbuka 2016 setelah berhasil mengatasi perlawanan ketat pemain Korea Selatan, Lee Dong Keun di babak pertama. Unggulan kedelapan itu dipaksa bermain tiga game selama 78 menit sebelum akhirnya menang 21-18, 18-21 dan 21-18.

    Lee Dong Keun tampil luar biasa, berbeda dengan saat tampil di Malaysia Master 2016, pada Januari lalu. Ketika itu, Tommy menang mudah atas Lee dua game langsung, 21-2, dan 21-17, dalam 40 menit.

    Menurut Tommy, situasi yang dihadapi saat tampil di India Terbuka kali ini berbeda dengan saat tampil di Malaysia ketika itu. "Situasi dan kondisi berbeda dengan di Malaysia. Di Malaysia, shuttelecoocknya cukup lambat, sementara di sini (India), lebih cepat dan ditambah angin juga yang cukup menyulitkan. Tapi saya mencoba menetralkan semuanya," tutur dia.

    Pertarungan game kedua berjalan lebih sengit dibandingkan game pertama. Perolehan poin berhajalan ketat. Setelah imbang 7-7, Tommy terus tertinggal dan akhirnya lawan berhasil memenangkan game kedua dan memaksa rubber game.

    Di game penentu, Tommy juga tidak mudah mematikan Lee. Ia bahkan malah sempat tertinggal enam poin, 7-13. Beruntung, dalam kondisi itu, dia mampu membalikkan keadaan dan menyudahi pertandingan.

    "Di game ketiga saya sempat ketinggalan dulu. Tapi saya berusaha untuk tetap tenang dan fokus satu demi satu dulu, dan ternyata berhasil," ujarnya.

    BADMINTON INDONESIA | RINA W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.