Nadal Juara di Monte Carlo, Akhiri Penantian Empat Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis asal Spanyol, Rafael Nadal melemparkan handuknya untuk memberi tanda pada ball boy saat melawan Fernando Verdasco pada pertandingan babak pertama Australia Terbuka di Melbourne Park, Australia, 19 Januari 2016. Nadal kalah dari lawannya Verdasco dengan 7-6(6) 4-6 3-6 7-6(4) 6-2. REUTERS/Thomas Peter

    Petenis asal Spanyol, Rafael Nadal melemparkan handuknya untuk memberi tanda pada ball boy saat melawan Fernando Verdasco pada pertandingan babak pertama Australia Terbuka di Melbourne Park, Australia, 19 Januari 2016. Nadal kalah dari lawannya Verdasco dengan 7-6(6) 4-6 3-6 7-6(4) 6-2. REUTERS/Thomas Peter

    TEMPO.CO, Jakarta - Rafa Nadal mengakhiri penantian empat tahunnya terhadap gelar Monte Carlo Masters melalui kemenangan 7-5, 5-7, 6-0 atas Gael Monfils dalam final ke-100 sepanjang kariernya, Ahad waktu setempat.

    Nadal memenangi delapan gelar secara beruntun sebelum kalah pada final 2013 dari Novak djokovic dan, setelah mengalami masalah kebugaran pada beberapa tahun belakangan, ia mendemonstrasikan kembalinya ia ke performa terbaik dengan mengalahkan favorit tuan rumah pada set ketiga untuk memenangi gelar Masters ke-28nya.

    "Monte Carlo merupakan salah satu tempat paling istimewa dalam karir saya," kata Nadal kepada para penonton saat ia menerima trofi. "Merupakan suatu kegembiraan untuk kembali ke sini dan masuk final."

    "Ini merupakan pekan istimewa bagi saya, meraih kemenangan di sini di Monte Carlo merupakan hal yang begitu istimewa," tambahnya. "Sampai bertemu tahun depan."

    Monfils, unggulan ke-13 dan terlihat akan menjadi juara pertama asal Prancis sejak Cedric Pioline melakukannya, memulai pertandingan dengan kuat, bertukar break point secara beruntun dengan Nadal, sebelum kalah 7-5 pada set pertama.

    Monfils mematahkan serve Nadal untuk meraih keunggulan 2-1 pada set kedua, namun petenis Spanyol itu balas mematahkan servenya untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4 sebelum Monfils kembali mengambil inisiatif untuk memenangi set.

    Bagaimanapun, Nadal mendominasi set terakhir, tiga kali mematahkan serve Monfils, yang terlihat kelelahan setelah mengerahkan seluruh upayanya pada awal pertandingan, untuk memenangi gelar Masters pertamanya sejak 2014 dan gelar ke-48nya di lapangan tanah liat.

    "Selamat kepada Rafa," kata Monfils. "Pertandingan mengagumkan pada hari ini dan saya sangat gembira Anda kembali menang." Demikian laporan Reuters.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.