Rio Terancam Hanya Membalap 11 Seri, Ini Komentar Manajernya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Indonesia dari Manor Racing, Rio Haryanto, memberikan tanda tangan untuk para penggemar di Pitlane saat preview Formula Satu Grand Prix China di Shanghai International Circuit, di Shanghai, Tiongkok, 14 April 2016. Ini akan menjadi balapan ketiga Rio di F1. Mark Thompson/Getty Images

    Pembalap Indonesia dari Manor Racing, Rio Haryanto, memberikan tanda tangan untuk para penggemar di Pitlane saat preview Formula Satu Grand Prix China di Shanghai International Circuit, di Shanghai, Tiongkok, 14 April 2016. Ini akan menjadi balapan ketiga Rio di F1. Mark Thompson/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Piers Hunnisett, manajer Rio Haryanto, tidak memberi tanggapan pasti soal adanya ancaman dari tim Manor Racing bahwa pembalap Indonesia itu tidak akan tampil sampai akhir musim pada balapan Formula 1 musim 2016 apabila tidak melunasi sisa pembayaran 7 juta euro sampai akhir Mei nanti.

    "Itu berita lama. Tentu tambahan dana dibutuhkan," ujar Piers, kepada Tempo, saat dihubungi melalui pesan elektronik, Senin, 25 April 2016.

    Ketika dikonfirmasi, apakah Manor sekarang sedang menekan Rio untuk segera membayar, Piers menjawab belum. "Tapi akan sangat bagus kalau semua berjalan sesuai rencana setahun ini," katanya.

    Berdasarkan keterangan dari Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto, tim Manor sudah menagih kekurangan dana sebesar 7 juta euro atau sekitar Rp 104 miliar. Mereka memberi waktu sampai akhir Mei nanti.

    "Kalau tidak bisa, saya sudah berkomunikasi dengan Bu Indah Pennywati (ibu sekaligus manajer Rio), Rio hanya boleh menyelesaikan sampai race ke-11," ujar Gatot, kepada wartawan di kantor Kemenpora, Senin, 25 April 2016. Tahun ini ada 21 balapan di F1.

    Pencarian dana sponsor ke sejumlah perusahaan yang dilakukan manajemen Rio, menurut Gatot, belum membuahkan hasil memuaskan. Penggalangan dana yang dilakukan Kemenpora beberapa waktu lalu, juga hanya bisa mendapat Rp 200 juta.

    Sponsor dari Kementerian Pariwisata hanya bisa sebesar Rp 5 miliar. Perusahaan Garuda Indonesia hanya bisa membantu tiket menuju tempat balapan. Itu pun, lanjut Gatot, Garuda tidak bisa untuk semua tempat balapan.

    Kemenpora sendiri, menurut Gatot, tetap berusaha untuk bisa membantu pendanaan. Walaupun peluangnya tidak terlalu besar, Menpora Imam Nahrawi akan tetap mencoba mengajukan dana untuk Rio melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016. Selain itu, opsi lain, kata dia, melalui memfokuskan ulang (refocusing) anggaran Kemenpora 2016.

    Sekarang ini, Rio baru membalap tiga seri, yaitu di Melbourne, Bahrain, dan Shanghai. Pembalap asal Solo, 23 tahun itu akan tampil pada seri ke-4 di Sirkuit Sochi Autodrom, Rusia, pada 1 Mei mendatang.

    RINA WIDIASTUTI | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.