Siapa Berani Ikut Lomba Lari Maraton Ini?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta ikuti ajang lari maraton bertajuk candi ke candi melintas pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, 29 November 2015. Lomba dimulai dari pelataran Candi Brahma Prambanan melalui Candi Bubrah, Candi Sewu, Candi Lumbung, dan Candi Plaosan. TEMPO/Pius Erlangga

    Peserta ikuti ajang lari maraton bertajuk candi ke candi melintas pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, 29 November 2015. Lomba dimulai dari pelataran Candi Brahma Prambanan melalui Candi Bubrah, Candi Sewu, Candi Lumbung, dan Candi Plaosan. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Lomba lari yang diadakan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini bakal menguras tenaga. Sebab jarak tempuhnya tak biasa, 100 kilometer. Padahal alasan penetapan jarak tempuh ini sederhana saja. Angka 100 itu menyesuaikan dengan usia kabupaten ini.

    Hebatnya, hingga kini sudah ada 2.000 peserta yang mendaftar, termasuk peserta dari 12 negara.  “Lomba lari ini dinamakan Ultra Maraton,” ujar kata ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sleman, Pramana, Selasa, 26 April 2016.

    Lomba lari maraton yang dilaksanakan pada 7-8 Mei 2016 ini dimulai dari kompleks kantor kabupaten, melintasi berbagai wilayah hingga menuju ke Telaga Putri di kawasan wisata Kaliurang. Lomba ini memang dikemas dalam bentuk sport tourism dengan menyediakan hadiah total Rp 104 juta.

    Panitia juga menyiapkan lomba lari maraton dengan jarak yang lebih pendek: 50 kilometer, 20 kilometer, 13 kilometer, dan 5 kilometer. "Ada kategori umum dan pelajar di tiap kelas jarak lari maraton," kata Pramana.

    Bupati Sleman Sri Purnomo menyatakan, lomba lari maraton ini dikemas sedemikian rupa juga untuk mendongkrak jumlah wisatawan yang datang ke kabupaten ini. Sebab, lokasi tujuan wisata di Kabupaten ini jumlahnya banyak dan beragam. "Ini merupakan salah satu promosi wisata untuk mendongkrak wisatawan yang datang ke Sleman," katanya.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.