Klitschko Bertekad Menebus Kekalahannya Melawan Fury

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juara dunia Wladimir Klitschko, menimbang berat badannya jelang bertarung melawan Tyson Fury pada pertandingan tinju kelas berat di Essen, Jerman, 27 November 2015. AP/Martin Meissner

    Juara dunia Wladimir Klitschko, menimbang berat badannya jelang bertarung melawan Tyson Fury pada pertandingan tinju kelas berat di Essen, Jerman, 27 November 2015. AP/Martin Meissner

    TEMPO.CO, London -  Wladimir Klitschko, mantan juara dunia tinju kelas berat versi WBA, IBF, dan WBO, menegaskan pertarunganya mendatang melawan Tyson Fury bukanlah tarung ulang, tetapi penebusan. Pertarungan kedua Klitschko melawan Fury berlangsung di Manchester Arena, Manchester, Inggris, 9 Juli mendatang.

    Klitschko ditaklukkan Fury dengan angka mutlak pada pertarungan di Dusseldorf, Jerman, akhir November lalu. Kekalahan ini membuat Klitschko harus menyerahkan tiga sabuk juara dunianya ke Fury.

    Klitschko mengaku ia tampil tidak maksimal melawan Fury saat itu. “Saya tidak menunjukkan seluruh potensi saya pada pertarungan itu,” kata Klitschko. “Dari segi fisik, saya dalam kondisi yang sangat baik. Namun, secara mental tidak demikian. Mental saya tidak ada di ring saat itu.”

    Petinju Ukraina berusia 40 tahun itu menjanjikan penampilan berbeda pada pertarungan di Manchester nanti. “Pertarungan pada 9 Juli nanti akan berbeda. Ini bukan tarung ulang, tetapi penebusan,” tegas Klitschko. “Saya ingin menegaskan siapa saya pada penebusan saya nanti dan itulah saat yang saya tunggu-tunggu.”

    Saat ini Fury tinggal memegang dua sabuk juara dunia WBA dan WBO. Ia melepaskan sabuk juara dunia IBF karena menolak pertarungan melawan penantang dari Inggris, Anthony Joshua, pada pertarungan wajib (mandatory). Hal ini disebabkan ia harus berkonsentrasi pada tarung ulang melawan Klitschko. Sabuk juara IBF itu sekarang menjadi milik Anthony Joshua.

    Kalah empat kali dalam 68 pertarungannya, Klitschko tidak pernah kalah selama lebih sebelas tahun, sampai dia bertemu Fury. “Kalau Anda ingin menghancurkan seseorang, beri dia lima tahun sukses,” tuturnya.

    Wladimir Klitscko dan adiknya, Vitali Klitschko, menguasai seluruh sabuk juara dunia kelas berat pada empat badan tinju dunia paling bergengsi di dunia, WBA, WBC, IBF, dan WBO. Sang adik mengundurkan diri pada 2013 dan menekuni kariernya di bidang politik menjadi wali kota di Ukraina. Adapun sang kakak (Wladimir Klotschko) tetap bertinju sampai sekarang.

    Saat ini sabuk juara dunia kelas besar WBA dan WBO ada di pinggang Fury. Sabuk juara WBC di pinggang petinju AS, Deontay Wilder, sedangkan sabuk juara IBF dikuasai Anthony Joshua.

    “Dulu sabuk juara dunia itu semua menjadi milik keluarga Klitschko,” tutur Klitschko. “Ketika sang juru masak tidak ada di dapur, sabuk juara itu terlepas. Ketika ditinggalkan sang juru masak, tikus-tikus menari-nari di atas meja. Saya ingin menujukkan sang juru masak akan ada di dapur,” papar Klitschko membuat perumpamaan.

    Klitschko juga menegaskan ia belum berniat pensiun dari ring tinju. “Ada isu yang menyebut saya akan pensiun (setelah dikalahkan Fury), itu tidak benar. Tiga hari setelah kekalahan tersebut saya menghubungi (pihak Fury) dan mengeksekusi opsi (tarung ulang) yang ada di kontrak (pertarungan).  Inilah yang benar,” ungkapnya.

    Klitschko memiliki rekor bertanding 64 kali menang (53 knock out atau KO), dan 4 kali kalah. Adapun Fury, 27 tahun, belum pernah kalah dalam 25 pertarungannya dan 18 kali menang KO.

    BBC | AGUS BAHARUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.