Meldonium dalam Darah Sharapova Melebihi Batas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maria Sharapova mengembalikan bola kepada petenis Spanyol Garbine Muguruza pada pertandingan perempat final wanita di turnamen tenis Prancis Terbuka di stadion Roland Garros stadium, Paris (3/6). AP/Michel Spingler

    Maria Sharapova mengembalikan bola kepada petenis Spanyol Garbine Muguruza pada pertandingan perempat final wanita di turnamen tenis Prancis Terbuka di stadion Roland Garros stadium, Paris (3/6). AP/Michel Spingler

    TEMPO.CO, Moskow - Konsentrasi Meldonium dalam sampel darah Maria Sharapova melebihi tingkat yang diiizinkan, demikian diungkapkan Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko, di Moskow, kemarin.

    “Kasus Masha (Sharapova) sekarang menjadi lebih rumit. Konsentrasi meldonium dalam darahnya di atas normal. Ia mengonsumsi formula itu beberapa tahun dengan resep dokternya,” kata Mutko. “Saya tidak akan mengumumkan kalau dia akan dapat terhindar dari hukuman atau tidak. Kami hanya ingin mengembalikan posisinya dalam olahraga,” kata Mutko dalam wawancara yang disiarkan langsung Jaringan televisi, Match  TV, Rabu, demikian dikutip kantor berita Rusia, Tass.

    Pada 2 Maret lalu, Sharapova mengumumkan ia positif doping meldonium. Pada sampel darahnya (bukan urine sebagaimana dikutip sejumlah media selama ini) didapati Meldonium, formula yang dilarang dikonsumsi atlet sejak 1 Januari lalu.

    Sampel itu diambil setelah Sharapova kalah melawan Serena Williams (AS) pada pertandingan babak perempat final turnamen Grand Slam Australia Terbuka, di Melbourne, 26 Januari lalu. Zat itu termasuk dalam kelas S4, daftar obat-obat yang dilarang dikonsumsi oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Daftar S4 terdiri dari hormon dan modulator metabolisme.

    Para atlet menggunakan Meldonium untuk memperkuat daya tahan tubuh mereka dalam latihan, mengatur emosi, mengatasi grogi dan stres secara psikologis dalam pertandingan.

    Menurut pengakuan Sharapova, ia mengonsumsi Meldronate (nama pabrik Meldonium) untuk megatasi gangguan jantung dan diabetes. Ia sudah sepuluh tahun megonsumsi obat buatan Latvia dan saat itu belum termasuk yang dilarang WADA.

    Sharapova untuk sementara diskors dari kompetisi tenis sejak 12 Maret. Dia menerima surat pemberitahuan hasil tentang tes doping pada sampel darahnya positif pada 2 Maret.

    Mantan petenis nomor satu dunia berusia 29 tahun ini terancam skorsing 4 tahun dalam kasus ini.  Kasusnya akan disidangkan oleh Federasi Tenis Internasional pada Juni mendatang. Dalam sidang nanti akan diputus apakah ia bersalah atau tidak, dan berapa lama skorsing yang dijatuhkan kepadanya.

    Sharapova telah lima kali memenangi turnamen grand slam. Bersama tim tenis putri Rusia, Sharapova memenangi kejuaraan tenis beregu putri antarnegara Piala Federasi. Ia juga meraih medali perak Olimpiade London 2013.  Selain itu, ia juga telah memenangi 38 trofi juara turnamen, termasuk 35 dalam nomor tunggal.

    Rusia berharap Sharapova dapat tampil mewaliki bekas negara adidaya itu pada Olimpiade di Rio de Janeiro, Brasil, pada 5 hingga 21 Agustus mendatang.

    WTA | ZEENEWS | BBC || AGUS BAHARUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.