Pernah Tekuk Jepang, PBSI Yakin Tim Thomas Bisa Juara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis Maria Febe mencium bendera merah putih dalam acara pelepasan Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2016 di ruang serba guna Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, 9 Mei 2016. Pada acara ini sekaligus dilakukan pelepasan Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pebulutangkis Maria Febe mencium bendera merah putih dalam acara pelepasan Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2016 di ruang serba guna Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, 9 Mei 2016. Pada acara ini sekaligus dilakukan pelepasan Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Rexy Mainaky mengatakan tim putra Indonesia punya kesempatan menjuarai Piala Thomas yang akan berlangsung di Kunshan, Cina, 15-22 Mei 2016. 

    “Melihat sejarah pada kualifikasi Piala Thomas 2016, tim kami bisa mengalahkan Jepang yang merupakan juara bertahan yang turun dengan kekuatan penuh,” kata Rexy dalam konferensi pers pelepasan tim Piala Thomas dan Uber 2016 di Jakarta, Senin, 9 Mei 2016. “Sedangkan kami menurunkan pemain-pemain muda. Jadi kami optimistis tim Thomas bisa menjadi juara pada putaran final kali ini.”

    Kendati demikian, Rexy mengatakan pihaknya tidak ingin percaya diri secara berlebihan. Tim Thomas Indonesia terdiri atas empat atlet tunggal dan tiga ganda putra. Atlet tunggal putra yang diturunkan terdiri atas Tommy Sugiarto, Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie, dan Anthony Sinisuka Ginting.

    Adapun pasangan ganda putra Indonesia terdiri atas Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan, Angga Pratama dan Ricky Karanda Suwardi, serta Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon.

    BADMINTONINDONESIA.ORG | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.