Terlilit Doping, Maria Sharapova Kemungkinan Gantung Raket  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maria Sharapova mengusap keringat akibat kelelahan saat set kedua melawan Serena Williams dalam perempat final turnamen tenis Australia Terbuka di Melbourne, Australia, 26 Januari 2016. Sharapova sempat unggul di set pertama dengan poin 4-1, namun pada set kedua Serena membalas perlawanan keras dari Sharapova yang tampak kelelahan. AP Photo/Rick Rycroft

    Maria Sharapova mengusap keringat akibat kelelahan saat set kedua melawan Serena Williams dalam perempat final turnamen tenis Australia Terbuka di Melbourne, Australia, 26 Januari 2016. Sharapova sempat unggul di set pertama dengan poin 4-1, namun pada set kedua Serena membalas perlawanan keras dari Sharapova yang tampak kelelahan. AP Photo/Rick Rycroft

    TEMPO.COJakarta - Maria Sharapova kemungkinan tidak bermain tenis lagi setelah dinyatakan positif mengkonsumsi zat terlarang meldonium. Demikian kutipan pernyataan Presiden Federasi Tenis Rusia Shamil Tarpischev pada Kamis. Dia mengatakan kepada kantor berita R-Sport bahwa situasi Sharapova "buruk".

    Juara grand slam lima kali itu menghadapi kemungkinan pelarangan hingga empat tahun karena ia gagal dalam tes doping di Australia Terbuka pada Januari. Media Inggris melaporkan bahwa Sharapova dijadwalkan menghadiri pertemuan anti-doping Federasi Tenis Internasional (ITF) di London, Rabu. Belum ada komentar selanjutnya dari ITF.

    Sharapova mengguncang dunia pada Maret ketika dia mengatakan kembali positif untuk tes obat jantung buatan Latvia yang dimasukkan daftar obat-obatan yang dilarang Badan Anti-Doping Dunia (WADA) sejak 1 Januari. Petenis papan atas dunia itu mengaku menggunakan meldonium atas perintah dokter selama sepuluh tahun dan tidak mengetahui bahwa zat itu merupakan obat terlarang sampai dengar pendapat atas gagalnya tes pada tahun pertama grand slam.

    Untuk sementara, persidangannya ditangguhkan pada 12 Maret. Sharapova pun kehilangan sejumlah sponsor yang menguntungkan dirinya. Dia mengatakan saat itu bahwa ia berharap diizinkan bermain lagi.

    Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menyatakan pada April, setelah ratusan atlet yang diuji positif menggunakan meldonium, skors kemungkinan dibatalkan karena kurangnya informasi ilmiah yang jelas tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghilangkan pengaruh obat itu. Demikian laporan Reuters.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.