Anthony Ginting Kalah, Indonesia Kembali Tertinggal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Anthony Ginting mengembalikan kok ke arah pebulutangkis India Sai Praneeth pada pertandingan penyisihan Grup B Piala Thomas 2016 di Kunshan Sport Center Gymnasium, Tiongkok, Rabu (18/5). Anthony Ginting menang dengan skor 18-21, 21-11, 21-15, menempatkan Indonesia unggul 3-0 sekaligus memastikan menjadi juara grup B.

    Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Anthony Ginting mengembalikan kok ke arah pebulutangkis India Sai Praneeth pada pertandingan penyisihan Grup B Piala Thomas 2016 di Kunshan Sport Center Gymnasium, Tiongkok, Rabu (18/5). Anthony Ginting menang dengan skor 18-21, 21-11, 21-15, menempatkan Indonesia unggul 3-0 sekaligus memastikan menjadi juara grup B.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tunggal kedua Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, harus mengakui keunggulan tunggal kedua Denmark Jan Ostergaard Jorgensen dalam partai final Piala Thomas 2016, Minggu, 22 Mei 2016. Hasil ini membuat Indonesia tertinggal 2-1 dari Denmark.

    Dalam partai yang berjalan selama 57 menit tersebut, Ginting harus menyerah dalam dua set langsung 17-21 dan 12-21. Ginting, yang berusia 20 tahun, menjadi andalan Indonesia untuk membalikkan keadaan, setelah tunggal pertama Tommy Sugiarto kalah.

    Di set pertama, Jorgensen yang ada di peringkat kelima dunia terus melancarkan smash keras ke arah Ginting. Skor sempat terpaut cukup jauh, sebelum Ginting memperkecil selisih poin. Namun Jorgensen yang berumur 28 tahun berhasil menutup set pertama dengan keunggulan 17-21.

    Jorgensen semakin mendominasi pertandingan dalam set kedua. Ginting justru kerap melakukan kesalahan sendiri. Walhasil, Jorgensen langsung unggul jauh dan menutup pertandingan dengan keunggulan 12-21.

    “Ini adalah pengalaman saya bertanding di Piala Thomas dan atmosfernya memang berbeda dengan turnamen perorangan. Banyak pelajaran yang saya petik dari pertandingan tadi. Saya harus lebih tenang lagi. Secara teknik, stroke Jorgensen memang lebih matang,” kata Anthony setelah pertandingan, seperti dikutip Badminton Indonesia.

    Ia juga menyebut pengalaman Jorgensen yang lebih matang menjadi faktor yang membuat pemain Denmark itu lebih unggul. "Dia tidak mudah dimatikan. Selain itu, saya yang tampil kurang sabar. Jorgensen sudah bisa membaca bahwa saya akan memberi bola-bola depan. Dia sudah siap menunggu di depan net,” tutur Anthony.

    Hasil ini membuat Indonesia tertinggal 2-1 setelah tunggal pertama Tommy Sugiarto kalah dalam partai pertama.

    Di partai kedua pasangan ganda putra, Muhammad Ahsan dan Hendra Setiawan berhasil menyamakan kedudukan setelah menang dari pasangan Mads Pieler Kolding dan Mads Conrad-Petersen dalam partai dua set.

    Indonesia berpeluang menyamakan kedudukan dalam partai selanjutnya antara pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi melawan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen.

    EGI ADYATAMA | BADMINTON INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.