Indonesia Gagal Sabet Piala Thomas, Apa Reaksi Menpora?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi bersiap menyampaikan keterangan terkait pencabutan pembekuan PSSI di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta Selatan, 11 Mei 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi bersiap menyampaikan keterangan terkait pencabutan pembekuan PSSI di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta Selatan, 11 Mei 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan tetap bangga terhadap tim bulu tangkis Indonesia meski gagal meraih Piala Thomas 2016. Menurut Imam, masih ada kesempatan untuk bisa meraihnya.

    "Jangan berkecil hati, masih ada kesempatan. Kita siapkan mulai sekarang," ujar Menpora dalam pernyataan, Minggu, 22 Mei 2016.

    Tim Indonesia gagal mewujudkan ambisinya menyabet Piala Thomas ke-14 setelah kalah 2-3 atas tim Denmark di final. Setelah melewati pertarungan sengit di Stadion Bulu Tangkis Kunshan, Cina, hari ini, Indonesia hanya meraih posisi runner-up.

    Menurut Imam, masyarakat Indonesia, baik yang cinta bulu tangkis maupun yang belum, tak boleh mencibir hasil yang didapat Hendra Setiawan dan rekan-rekannya. Sebaliknya, masyarakat, kata dia, harus tetap mendukung.

    "Biasakan, tradisikan, untuk selalu men-support semua orang yang telah berjuang demi Merah Putih. Perkara hasil, itu tergantung Tuhan," kata Imam.

    Tommy Sugiarto dan rekan-rekannya harus jatuh-bangun saat bermain membela Indonesia. Namun, kekuatan tunggal Indonesia, kata dia, memang harus dibenahi lagi agar ke depan tim tunggal bisa memberikan poin. "Terus berlatih dan terus melihat perkembangan negara-negara lain," ucap dia.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?