Dua Tahun Lagi, PBSI Yakin Bisa Raih Piala Thomas 2018

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan (kanan) disaksikan rekannya Markus Gideon berusaha mengembalikan kok ke arah pebulutangkis India Sumeeth Reddy B dan Satwiksairaj Rankireddy pada pertandingan penyisihan Grup B Piala Thomas 2016 di Kunshan Sport Center Gymnasium, Tiongkok, Rabu (18/5). Ganda Indonesia menang dengan skor 21-9, 21-18. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo

    Pebulutangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan (kanan) disaksikan rekannya Markus Gideon berusaha mengembalikan kok ke arah pebulutangkis India Sumeeth Reddy B dan Satwiksairaj Rankireddy pada pertandingan penyisihan Grup B Piala Thomas 2016 di Kunshan Sport Center Gymnasium, Tiongkok, Rabu (18/5). Ganda Indonesia menang dengan skor 21-9, 21-18. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Aksi Indonesia yang bermaterikan pemain muda dalam gelaran Piala Thomas 2016, sukses membawa tim garuda melaju hingga babak final melawan Denmark. Meski akhirnya gagal meraih Piala Thomas setelah kalah 2-3 atas Denmark, perhelatan ini menjadi pengalaman berharga bagi pemain untuk menghadapi turnamen-turnamen besar yang akan datang.

    “Walau kita kali ini kalah, tetapi ini adalah satu step menuju kemenangan. Dua tahun lagi Insya Allah Piala Thomas akan jadi milik kita karena sekarang pemain-pemain muda sudah merasakan pengalaman bertanding di Piala Thomas,” kata Gita Wirjawan, Ketua Umum PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), yang menonton langsung perjuangan tim Thomas dan Uber di stadion Kunshan Sport Center, Ahad, 22 Mei 2016, seperti dikutip Badminton Indonesia.

    Indonesia memasang pemain-pemain muda mereka, seperti Anthony Ginting, 19 tahun, dan Ihsan Maulana, 20 tahun, dalam menghadapi pemain-pemain Denmark yang lebih senior. Selain itu, ada pula Jonathan Christie, 18 tahun, yang tak diturunkan pada partai final. Meski Ginting dan Ihsan pada akhirnya kalah, namun semangat dan visi bermain mereka pada turnamen kali ini diapresiasi banyak orang.

    “Di penyisihan grup, pemain muda bisa mengalahkan pemain yang kelasnya diatas mereka. Saya yakin para pemain muda kami punya kapabilitas masuk ke peringkat top 10. We will comeback stronger in next Thomas Cup,” ujar Rexy Mainaky, Manajer Tim Thomas dan Uber Indonesia.

    Pemain paling senior sekaligus kapten tim Thomas Indonesia, Hendra Setiwan juga mengungkapkan hal serupa. Ia yakin ketiga pemain tersebut akan menjadi andalan di tim Thomas Indonesia dua tahun mendatang.

    “Terima kasih atas perjuangan tim Thomas, dari Tommy (Sugiarto) sampai Ihsan (Maulana Mustofa) semua sudah memberikan yang terbaik. Saya yakin dua tahun lagi pemain-pemain muda akan lebih siap dan kita bisa merebut Piala Thomas,” ujar Hendra.

    EGI ADYATAMA | BADMINTON INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.