Kena Hukuman karena Doping, Sharapova Luncurkan Cokelat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maria Sharapova saat menggelar konferensi pers di The LA Hotel Downtown, Los Angeles, California, 7 Maret 2016. Juara lima gelar Grand-slam ini mengaku tidak memperhatikan surat peringatan dari WADA mengenai daftar obat baru yang dilarang pada akhir 22 Desember 2015. Kevork Djansezian/Getty Images

    Maria Sharapova saat menggelar konferensi pers di The LA Hotel Downtown, Los Angeles, California, 7 Maret 2016. Juara lima gelar Grand-slam ini mengaku tidak memperhatikan surat peringatan dari WADA mengenai daftar obat baru yang dilarang pada akhir 22 Desember 2015. Kevork Djansezian/Getty Images

    TEMPO.COJakarta - Petenis cantik Maria Sharapova tampaknya sudah melupakan masalah doping yang menjeratnya. Absen di Prancis Terbuka, Sharapova meluncurkan cokelat bermerek Sugarpova di Chicago, Amerika Serikat.

    Laman Daily Mail mengabarkan bahwa Sharapova meluncurkan produk cokelatnya pada Selasa kemarin. Tak seperti saat konferensi pers soal doping, dalam acara peluncuran cokelat perdananya itu, Sharapova tampak sangat segar dan tenang. 

    Mantan ratu tenis dunia tersebut meluncurkan empat varian cokelat dalam acara tersebut, yakni cokelat susu, cokelat hitam, cokelat hitam dengan kelapa panggang, serta cokelat susu stroberi.

    Merek Sugarpova sendiri sebelumnya sudah dikenal dengan produk permen. Untuk produk cokelat ini, Sharapova menggandeng produsen cokelat asal Polandia, Baron Chocolatier, sebagai mitra. 

    Sharapova terlibat skandal doping setelah gagal dalam tes obat-obatan terlarang pada ajang Australia Terbuka. Dia dinyatakan positif mengkonsumsi zat meldonium.

    Petenis berkebangsaan Rusia itu pun mengakui bahwa dia mengkonsumsi zat tersebut selama sepuluh tahun terakhir. Dia menyatakan mengkonsumsi meldonium atas anjuran dokter setelah mengalami masalah kesehatan. Meldonium sendiri baru dimasukkan dalam daftar obat-obatan terlarang bagi atlet pada Januari 2016l.

    Saat ini Sharapova masih dikenai larangan bermain sambil menunggu investigasi lebih lanjut dari badan anti-doping dunia, WADA. Masalah inilah yang membuatnya absen dari lapangan tanah liat Roland Garros, yang sedang berlangsung pekan ini.

    DAILYMAIL | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.