Mogensen Jajal Kekuatan di Indonesia Open Paska Operasi Otak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Ganda Putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan berpose bersama pasangan ganda putra Denmark Mathias Boe dan Carsten Mogensen usai bertanding di Final Kejuaraan Bulutangkis Dunia di China, (11/8). (AP Photo) CHINA OUT

    Pasangan Ganda Putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan berpose bersama pasangan ganda putra Denmark Mathias Boe dan Carsten Mogensen usai bertanding di Final Kejuaraan Bulutangkis Dunia di China, (11/8). (AP Photo) CHINA OUT

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhelatan BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016 yang digelar di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta pada 30 Mei-5 Juni 2016 menjadi turnamen pertama bagi pemain ganda putra Denmark Carsten Mogensen setelah menjalani operasi otak.

     

    Pasangan dari Mathias Boe itu dioperasi setelah pembengkakan pembuluh darah bagian otak kanan saat kejuaraan beregu di Eropa, Rusia, pada bulan Februari lalu.

     

    "Kondisi lebih baik dari dua bulan lalu. Ini jadi tantangan terberat selama hidup saya," kata Mogensen, saat jumpa pers di sela gelaran Indonesia Open, di Jakarta, Senin.

     

    Ia mengaku telah melakukan latihan normal dan berusaha terus memotivasi diri. Ditambah dukungan dari keluarga, pelatih, dan federasi. 

     

    "Saya berusaha keras, sekarang latihan biasa. Saya tidak tahu apakah permainan saya sebaik dulu. Tetapi saya merasa tidak ada yang berbeda, sama seperti sebelumnya," tutur Mogensen.

     

    Rekannya Mathias Boe menambahkan saat ini performa mereka belum pada level terbaik.

     

    "Ini tantangan, masih ada dua bulan sebelum Olimpiade," ujar Boe.

     

    Ajang Indonesia Open, lanjutnya, akan menjadi tolak ukur untuk melihat sejauh mana progres penampilan pasangan tersebut.

     

    "Kami percaya masih berkembang. Di sini kami mau lihat seberapa jauh bisa melangkah karena persiapan kami tertinggal jauh dari pasangan dunia lainnya, seperti Ahsan/Hendra," jelasnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.