Persiapan PON 2016, Jawa Barat Puji Tim Silat Sumatera Barat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Pencak Silat Indonesia beraksi di depan juri dalam Final Seni Beregu Putri SEA Games 2015, di Singapura, 10 Juni 2015. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Tim Pencak Silat Indonesia beraksi di depan juri dalam Final Seni Beregu Putri SEA Games 2015, di Singapura, 10 Juni 2015. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Bandung - Tim Pemusatan Latihan Daerah Pencak Silat Jawa Barat mengakui Sumatera Barat memiliki kekuatan cukup baik untuk bisa bersaing di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat, September mendatang.

    Hal ini dikatakan Pelatih Kepala Tim Pemusatan Latihan Daerah Silat Jawa Barat, Ferry Hendarsin, seusai latih tanding dengan tim Sumatera Barat di Padepokan Pencak Silat IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) Jawa Barat, Kompleks Olahraga Pajajaran, Kota Bandung, Senin, 30 Mei 2016.

    Ferry mengatakan, Sumatera Barat mampu menang dalam dua partai dari sembilan nomor yang diujicobakan. "Kami kalah di dua nomor. Namun, di dua nomor itu, yang bertanding bukan atlet yang sesungguhnya, melainkan atlet yang berada di kelas bawahnya. Bagaimanapun, Sumatera Barat tetap memiliki potensi untuk bisa bersaing dalam PON XIX nanti," kata dia.

    Dari hasil uji coba tersebut, Ferry optimistis bahwa silat Jawa Barat dapat memenuhi target minimal lima medali emas, seperti yang ditargetkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Barat.

    Menurut Ferry, uji coba ini adalah rangkaian program untuk menambah jam terbang bertanding para pesilat. Mereka tidak menjalani uji tanding di luar negeri karena memang belum ada kejuaraan internasional yang bisa diikuti.

    "Rencana awalnya, uji coba akan dilakukan secara segitiga antara Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Sulawesi Utara. Namun, karena suatu alasan, kontingen Sulawesi Utara batal hadir dalam latih tanding ini," ujar Ferry.

    Sementara itu, Sekretaris Umum IPSI Jabar Dede Iman mengatakan uji coba di dalam negeri justru perlu diperbanyak menjelang PON. Selain menyesuaikan diri dengan kondisi bertanding di kandang, Jawa Barat butuh melihat peta kekuatan lawan.

    Dede mengatakan, dalam uji coba-uji coba itu, pihaknya perlu menyembunyikan sebagian kekuatan yang akan digunakan saat PON.

    Dede menambahkan, peak performance atlet diharapkan tercapai pada September 2016. "Menjadi tugas tim pelatih untuk bisa merancang program yang paling tepat agar dalam pelaksanaan PON XIX nanti para pendekar Pasundan tersebut tampil 100 persen demi mewujudkan target Jawa Barat."

    PON 2016 | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.