Indonesia Open, Marcus/Kevin Disingkirkan Ganda Korea Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses menekuk langkah unggulan satu asal Tiongkok, Chai Biao/Hong Wei, di babak dua India Open Super Series 2016. badmintonindonesia.org

    Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses menekuk langkah unggulan satu asal Tiongkok, Chai Biao/Hong Wei, di babak dua India Open Super Series 2016. badmintonindonesia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo gagal meraih tiket ke perempat final Indonesia Open. Keduanya disingkirkan pasangan nomor satu dunia Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong 15-21, 19-21 dalam pertandingan di Jakarta, Kamis.

    Marcus/Kevin tidak berhasil menaklukkan ganda Korea itu selama tiga kali pertemuan mereka meskipun sempat memberi perlawanan dalam pertarungan sengit selama 45 menit tersebut.

    Dalam game pertama, Marcus/Kevin sempat memimpin 9-6, namun terus dikejar Yong Dae/Yeon Seong.

    Kejar-mengejar angka terus terjadi hingga skor imbang 11-11. Setelah itu, Yong Dae/Yeon Seong tidak terkejar lagi. Marcus/Kevin hanya mampu mencetak satu poin.

    Mengawali game kedua, pertandingan semakin ketat. Marcus/Kevin yang tertinggal 5-10 mengejar hingga 11-11.

    Mereka terus menekan Yong Dae/Yeon Seong, skor kembali sama 15-15.

    Marcus/Kevin mulai menemukan irama permainan, sedangkan lawan beberapa kali melakukan kesalahan, skor ketat 19-20.

    Namun pukulan keras Yong Dae gagal diatasi dengan baik. Marcus/Kevin lagi-lagi harus mengakui keunggulan pasangan itu.

    "Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong memang memiliki jam terbang dan kematangan yang lebih baik dibanding kami. Mereka bermain konsisten dari awal hingga akhir," kata Marcus.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?