Kemilau 'Paris Van Java' di PON 2016  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandung akan memanjakan peserta PON dengan potensi wisata modern, sejarah, dan kulinernya.

    Bandung akan memanjakan peserta PON dengan potensi wisata modern, sejarah, dan kulinernya.

    TEMPO.CO, Bandung  Puluhan ribu orang diperkirakan akan menyambangi Bandung di acara pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 17 September 2016 nanti. Hal ini berpotensi menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terutama dari segi pariwisata.

    Meski dijuluki Kota Kembang yang identik dengan nuansa alam, jumlah objek wisata alam Kota Bandung justru minim. Namun di sisi lain, pesonanya sebagai Paris van Java yang menawarkan koleksi mode bermutu tinggi selalu mampu menarik minat wisatawan. Harga terjangkau dengan model terkini akan memanjakan banyak orang dengan wisata belanja khas Kota Mode.

    Tak heran jika deretan factory outlet (FO) dan distribution outlet (distro)sepanjang Jalan Ir. H. Juanda (Dago) dan LLRE Martadinata (Riau) bakal dipadati para 'peserta' PON 2016. 'Peserta' itu artinya para peserta juga para penontonnya.  Belum lagi Cibaduyut dan Cihampelas yang kondang sebagai sentra industri sepatu dan denim.

    Tak hanya sebatas mode, Bandung juga menyimpan banyak kisah di balik berbagai bangunan bersejarahnya. Salah satu yang ikonik adalah Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) yang menandai komitmen bangsa-bangsa Asia Afrika pada 1955 untuk menciptakan perdamaian dunia.

    Selain itu, masih ada Museum Geologi, Museum Pos, Museum Sri Baduga dan Monumen Perjuangan Rakyat. Masing-masing merefleksikan peristiwa sejarah yang terjadi di Bandung dari masa ke masa.

    Para wisatawan juga tetap dapat menikmati suasana alami dengan kehadiran taman-taman kota yang tematik, seperti Taman Film, Taman Musik, Taman Fotografi, Taman Jomblo, dan Taman Lansia. Hal ini terwujud berkat program pemerintah Kota Bandung yang gencar membangun dan merenovasi ruang publik.

    Soal kuliner, Bandung juga adalah surganya. Restoran-restoran bertemakan makanan tradisional, kafe, serta lounge tempat menikmati hiburan musik menjamur di berbagai sudut kota.

    Perpaduan wisata modern dan sejarah ini diyakini mampu memanjakan para atlet, ofisial, panitia pelaksana, dan para suporter yang membutuhkan sarana rekreasi. Sebaliknya, bagi Kota Bandung sendiri, pesta olahraga ini akan menjadi ajang promosi potensi wisata yang menguntungkan.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?