Sharapova Kena Sanksi 2 Tahun, Nike Tak Akan Tarik Dukungan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis asal Rusia, Maria Sharapova meluapkan kegembiraan usai berhasil mengalahkan petenis remaja asal Swiss, Belinda Bencic dalam pertandingan babak keempat Turnamen Tenis Australia terbuka di Melbourne Park, Australia, 24 Januari 2016. Sharapova menang dua set langsung 7-5 7-5. AP Photo/Aaron Favila

    Petenis asal Rusia, Maria Sharapova meluapkan kegembiraan usai berhasil mengalahkan petenis remaja asal Swiss, Belinda Bencic dalam pertandingan babak keempat Turnamen Tenis Australia terbuka di Melbourne Park, Australia, 24 Januari 2016. Sharapova menang dua set langsung 7-5 7-5. AP Photo/Aaron Favila

    TEMPO.CONew York - Perusahan raksasa olahraga Nike tidak menghentikan dukungan terhadap Maria Sharapova meski petenis Rusia itu baru dihukum dua tahun oleh Federasi Tenis Internasional (ITF) karena kasus doping.

    “Kami berharap melihat Maria kembali ke lapangan,” tulis Nike dalam pernyataannya, Rabu, 8 Juni 2016. Tiga orang dari Program Tenis Anti-Doping yang ditunjuk Federasi Tenis Internasional menyimpulkan bahwa Sharapova menggunakan meldonium, yang bisa meningkatkan performa pemain.

    Meldonium mulai dilarang pada 1 Januari dan Sharapova terbukti positif menggunakannya di Australia Terbuka pada 26 Januari lalu. Petenis Rusia ini telah menggunakannya sejak 2006. Dia berkilah tidak mengetahui peraturan baru yang menyebutkan obat apa saja yang dilarang. Pada Maret lalu, ketika Sharapova mengumumkan ia gagal tes obat, Nike mengatakan telah memutuskan untuk menunda hubungan dengan Sharapova sambil menunggu keputusan ITF.

    Saat ini, Sharapova menyatakan akan mengajukan permohonan banding atas putusan larangan bermain selama dua tahun yang dijatuhkan hakim peradilan ITF. "Saya tidak terima dengan hukuman ini,” kata juara Grand Slam lima kali itu.

    Keputusan ITF ini didasari anggapan bahwa Sharapova sengaja mengkonsumsi meldonium dari dokternya, tidak untuk tujuan doping, tapi untuk kesehatan jantungnya. Sharapova, dalam tulisan di akun Facebook-nya, menyatakan akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). “Saya bersikeras untuk apa yang saya percayai benar.”

    Sharapova berdalih tetap menggunakan meldonium lantaran tak menyangka obat itu masuk daftar obat yang terlarang. Adapun obat yang dilarang dalam daftar adalah mildronate, yang merupakan nama lain dari meldonium.

    TENNIS.COM| MARIASHARAPOVA.COM| ESPN.COM| ANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.