Komisi Olahraga Tolak Pangkas Anggaran Asian Games  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Utut Adianto. TEMPO/Subekti

    Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Utut Adianto. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Wakil Ketua Komisi Olahraga Dewan Perwakilan Rakyat Utut Adianto menyayangkan sikap Kementerian Pemuda dan Olahraga yang memangkas anggaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) sebesar Rp 167,5 miliar. Ia juga meminta pihak-pihak yang terlibat dalam kepanitiaan Asian Games 2018 mendorong Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta anggaran tambahan kepada Kementerian Keuangan.

    “Dorong agar Menteri Pemuda dan Olahraga mengatakan ‘tidak’ kalau disuruh memotong anggaran,” katanya dalam rapat dengar pendapat umum bersama Satlak Prima, Komite Olimpiade Indonesia, Satuan Tugas Infrastruktur Asian Games, dan Deputi IV Kemenpora di gedung DPR, Jakarta, Selasa, 14 Juni 2016

    Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto mengatakan pihaknya menargetkan Indonesia mampu meraih minimal 12 medali emas dalam Asian Games 2018. Ia telah membuat proyeksi bahwa Indonesia dapat meraih 31 emas. Target tersebut dianggap bisa terpenuhi bergantung pada anggaran yang tersedia guna memfasilitasi semua perlengkapan bagi program pelatihan atlet.

    Soetjipto menuturkan, dari anggaran awal Rp 500 miliar, telah terpakai Rp 60 miliar untuk Paragames, lalu terkena potongan Rp 167 miliar, dan sudah terpakai sampai saat ini sebesar Rp 60 miliar. “Ini nonsense, mudah-mudahan itu (pemotongan anggaran) kebijakan sesaat,” ucapnya.

    Menurut Soetjipto, anggaran yang ideal untuk membangun kompetensi dan kapasitas bagi para atlet sebesar Rp 1,2 triliun. Dengan anggaran cuma Rp 500 miliar, menurut dia, Indonesia hanya menang atas Timor Leste dan Filipina. Apalagi negara Asia Tenggara lain, Thailand, mengalokasikan dana Rp 1,7 triliun, Singapura Rp 1,8 triliun, Malaysia Rp 1,9 triliun, dan Vietnam Rp 1,04 triliun. “Ini yang membuat kami cemas.”

    Soetjipto mencontohkan anggaran bagi tiap atlet renang idealnya Rp 1,7 miliar per tahun. Namun, dengan anggaran tersebut, cabang olahraga renang tidak mampu bersaing, bahkan di level Asia Tenggara.

    Penolakan tersebut diiyakan para anggota Komisi Olahraga lain dan menjadi kesimpulan rapat. Anggota dari Fraksi PDI Perjuangan, Junico B.P. Siahaan, sepakat menolak pemangkasan anggaran tersebut. “Tidak ada keseriusan pemerintah dalam Asian Games ini,” katanya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.