Pukul Warriors di Game Ketujuh, Cavaliers Juara Baru NBA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebasket andalan Cleveland Cavaliers, LeBron James (kiri) bersama rekan setimnya bergembira setelah memenangkan Golden State Warriors pada Game ke-7 final NBA di Oakland, 20 Juni 2016. AP/Eric Risberg

    Pebasket andalan Cleveland Cavaliers, LeBron James (kiri) bersama rekan setimnya bergembira setelah memenangkan Golden State Warriors pada Game ke-7 final NBA di Oakland, 20 Juni 2016. AP/Eric Risberg

    TEMPO.CO, Jakarta - Duet LeBron James dan Kyrie Irving kembali bermain cemerlang kendati dengan koleksi poin lebih kecil dari dua laga sebelumnya untuk mengantarkan Cleveland Cavaliers menjadi juara baru NBA. Pada Game 7 partai final mereka mengalahkan juara bertahan Golden State Warriors 93-89 di Oracle Arena, Oakland, California, Minggu malam waktu setempat atau Senin pagi WIB.

    Dengan kemenangan ini, Cleveland menuntaskan seri Final NBA berformat best-of-seven dengan 4-3 setelah ketinggalan 1-3. Mereka meraih gelar pertamanya, sekaligus menjadi tim pertama sejak 1978 yang bangkit menjadi juara NBA setelah tertinggal 1-3. Pada 1978, Washington Bullets juga menjadi juara setelah tertinggal 1-3 dari Seattle SuperSonics.

    Pada partai balas dendam di mana tahun lalu Cavaliers yang ditaklukkan 2-4 oleh Warriors pada Final NBA, sebenarnya Draymond Green dari Golden State-lah yang menciptakan poin terbanyak pertandingan dengan 32 poin.

    Namun James tampil luar biasa dengan menciptakan triple-double dengan mengemas 27 poin, 11 asssit, dan 11 rebound.

    Irving menyusulnya dengan 26 poin dan 6 rebound. Setelah itu tidak ada pemain Cavaliers yang menciptakan dua digit poin, namun Kevin Love menciptakan rebound tertinggi tim dengan 14 rebound.

    Di kubu Warriors, Splash Brothers --Stephen Curry dan Klay Thompson-- benar-benar terjinakkan sehingga memaksa Draymond Green mengambilalih peran tradisional mereka dengan menciptakan 32 poin, 15 rebound dan 9 assist.  Green menciptakan poin terbanyak dan rebound terbanyak dalam laga ini, namun tak berhasil membawa timnya juara.

    Curry dan Thompson sendiri masing-masing mencetak 17 dan 14 poin, sedangkan Harrison Barnes mempersembahkan 10 poin.

    Pada kuarter pertama, Cavaliers memimpin tipis 23-22.  Andre Iguodala gagal pada lemparan tiga angka dalam 53 detik terakhir sehingga memberi kesempatan Cavaliers menyusul. Kedua tim saling mengganggu dengan melakukan foul satu sama lain sehingga poin pada 53 detik terakhir hanya tercipta dari lemparan bebas.

    Namun dalam kontes ini Cavs sukses mencetak empat poin, sedangkan Warriors hanya mendapatkan tambahan satu poin dari Anderson Varejao. Cavs pun menutup kuarter pertama dengan surplus satu poin.

    Pada kuarter kedua, Cavs dan Warriors kembali susul menyusul poin sampai tiga kali berskor sama pada 31-31, 35-35, dan 38-38. Namun setelah Green berhasil mengeksekusi lemparan tiga angka untuk membuat kedudukan 38-35 bagi Golden State, Cavaliers tak lagi bisa menyusul sampai akhir kuarter kedua ini.

    Pada kuarter ketiga, Curry sempat menancapkan momentum bagi Warriors lewat lemparan tiga angka demi membuat posisi 59-54 pada 7 menit 40 detik terakhir.

    Namun, permainan eror dari Varejao dan merajalelanya Kyrie Irving, salah satunya lewat satu layup, membuat Cavaliers balik menyusul dan meninggalkan Warriors sampai berselisih tujuh poin.
    Green lalu mendekati Cavaliers pada 2 menit 30 detik lewat sebuah lemparan tiga angka yang disusul sebuah dunk dari Shaun Livingston sehingga kedudukan sama 71-71 pada 1 menit 56 detik terakhir.

    Sempat balik memimpin dua kali lewat James dan hook shot Tristan Thompson, namun diketatkan lemparan tiga angka Harrison Barnes, Warriors balik lagi memimpin setelah Kyrie Irving gagal pada jump shot untuk di-rebound Andre Iguodala yang balas mencetak poin dari hook shot yang mengakhiri kuarter ketiga dengan 76-75 untuk Warriors.

    Pada kuarter terakhir, pertandingan semakin seru dan ketat.  Curry dan James sama-sama gagal pada lemparan tiga angka setelah layup Klay Thompson membuar Warriors menyamakan kedudukan 89-89 pada 4 menit 39 detik terakhir.

    Pada tiga setengah menit setelah itu kedua tim sama-sama agresif mempertahankan wilayahnya sehingga keduanya tidak berhasil menciptakan poin, termasuk enam kali percobaan lemparan tiga angka dari Curry, Green dan Iguodala.

    Irving lalu berhasil pada sebuah lemparan tiga angka pada 53 detik terakhir untuk mengubah kedudukan menjadi 92-89 untuk Cavaliers.  Barnes melakukan pelanggaran pada 10 detik terakhir dan dengan manis James menciptakan satu poin dari dua lemparan bebas untuk mengubahnya menjadi 93-89.

    Warriors berusaha membawa laga ke overtime lewat lemparan tiga angka Curry namun tidak berhasil. Dan Cavaliers pun menjadi juara baru NBA.

    James akhirnya sukses mempersembahkan gelar juara kepada kota Cleveland yang selama 52 tahun tidak pernah merasakan gelar juara dari tim-tim olah raganya sejak NFL Browns melakukannya pada 1964.

    James juga akhirnya berhasil mempersembahkan gelar kepada Cavaliers pada Final NBA keduanya bersama Cleveland, atau keenam kali berturut-turut, termasuk empat kali bersama Miami Heat.

    Sebaliknya Warriors menjadi tim pertama dalam sejarah NBA yang gagal juara setelah unggul 3-1, padahal semua dari 32 tim terdahulu yang sudah unggul 3-1 dalam Final NBA selalu menjadi juara NBA. Ironisnya Warriors melenggang ke Final NBA dengan bekal prestasi fantastis selama musim reguler yang merupakan rekor NBA.

    Warriors gemilang selama musim reguler dengan catatan menang-kalah 73-9, namun hanya 15-9 pada seri playoff.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?