Eko Akan Hadapi Dua Pesaing Berat Asal Kolumbia dan Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet angkat besi Indonesia Irawan Eko Yuli berkompetisi di nomor 62 kg putra Grup A dalam Olimpiade London 2012, Senin (30/7). REUTERS/Dominic Ebenbichler

    Atlet angkat besi Indonesia Irawan Eko Yuli berkompetisi di nomor 62 kg putra Grup A dalam Olimpiade London 2012, Senin (30/7). REUTERS/Dominic Ebenbichler

    TEMPO.CO, Jakarta - Lifter asal China dan Kolumbia diprediksi akan menjadi pesaing berat andalan Indonesia Eko Yuli Irawan yang akan turun di kelas 62 kg untuk meraih medali pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, 5-21 Agustus.

    "Memang benar, dua negara itu menjadi pesaing Eko. Terutama China yang hingga saat ini kekuatannya belum terdeteksi dengan baik," kata Kepada Bidang Angkat Besi PP PABBSI, Alamsyah Wijaya di Jakarta, Rabu.

    Selain China dan Kolumbia, kata dia, sebenarnya ada dua negara yang selama ini menjadi pesaing dalam mengejar medali yaitu Korea Utara dan Azerbaijan. Hanya saja, lifter dari kedua negara tersebut terkena saat ini tersandung masalah doping.

    Meski ada permasalahan yang dihadapi calon lawan, pihak PB PABBSI tetap mempersiapkan Eko Yuli Irawan dengan baik melalui program yang ditetapkan. Alamsyah mengaku, pihaknya tetap sangat mengharapkan lifter asal Lampung itu mampu memberikan yang terbaik.

    "Eko lagi on fire. Eko memang atlet langka. Melihat kemampuannya saat ini, kami optimistis mampu memberikan yang terbaik di Brasil nanti," katanya menambahkan.

    Keikutsertaan lifter berusia 27 tahun di Olimpiade Brasil merupakan yang ketiga kalinya. Anak pasangan Saman dan Wastiah itu sebelumnya mewakili Indonesia pada Olimpiade 2008 di China dan Olimpiade 2012 di London, Inggris.

    Dari dua kejuaraan empat tahunan yang telah diikuti, Eko Yuli Irawan konsisten dalam mempersembahkan medali pada kontingen Indonesia. Di China mampu menyumbang perunggu di kelas 56 kg dan di London juga mendapatkan perunggu namun dari kelas 62 kg.

    "Orang luar banyak yang bilang akan sulit masuk final di Olimpiade ketiga kali berturut-turut. Tapi asumsi kami beda. Eko adalah lifter hebat yang jarang ada. Perbandingannya satu dari 20 ribu," katanya menegaskan.

    Demi meraih hasil maksimal pada Olimpiade Brasil, kontingen angkat besi Indonesia yang berjumlah tujuh orang akan berangkat lebih awal. Tidak langsung ke Rio de Janeiro, namun akan ke Afrika Selatan terlebih dahulu mulai 8-27 Juli guna menjalani pemusatan latihan.

    Selain Eko Yuli Irawan, di kelas 62 kg juga ada nama M. Hasbi. Untuk kelas 69 kg, Indonesia mempercayakan kepada lifter andalan yaitu Triyatno dan Deni. Sedangkan untuk kelas 77 kg masih terus dipantau yang salah satunya adalah lifter asal Bali, Ketut.

    Dari sektor putri, Indonesia hanya mengirimkan dua lifter yaitu Sri Wahyuni yang akan turun di kelas 48 kg dan Dewi Safitri yang akan turun di kelas 53 kg. Baik putra maupu putri tetap menjadi andalan untuk meraih medali pada kejuaraan bergengsi ini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.