James Ward Jadi Penantang Pertama Djokovic di Wimbledon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Novak Djokovic, setelah mengalahkan lawannya Tomas Berdych, dengan 6-3, 6-3 pada pertandingan perempat final Miami Open di Key Biscayne, 30 Maret 2016. REUTERS/Geoff Burke-USA TODAY Sports

    Ekspresi Novak Djokovic, setelah mengalahkan lawannya Tomas Berdych, dengan 6-3, 6-3 pada pertandingan perempat final Miami Open di Key Biscayne, 30 Maret 2016. REUTERS/Geoff Burke-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara bertahan Novak Djokovic akan menghadapi petenis wildcard Inggris James Ward pada putaran pertama turnamen tenis Wimbledon, Senin, sebagai awal upayanya untuk memborong gelar grand slam tahun ini.

    Sementara itu di tunggal putri, Serena Williams yang akan mempertahankan gelarnya di Wimbledon dan menyamakan rekor Steffi Graf menjuarai 22 gelar turnamen utama, pada putaran pertama akan ditantang petenis kualifikasi.

    Djokovic, unggulan pertama tunggal putra, jika terus melaju bakal ditunggu rivalnya, unggulan tiga Roger Federer di semifinal, juara Wimbledon tujuh kali yang dua tahun terakhir dikalahkannya di final.

    Petenis berusia 29 tahun itu kini mengejar rekor sebagai petenis putra pertama yang memborong gelar grand slam dalam satu musim, sejak Rod Laver dari Australia tahun 1969.

    Ia juga bakal mendapat tantangan keras dari petenis Kanada Milos Raoni, di perempat final.

    Federer, yang absen di Prancis Terbuka karena cedera, pada putaran pertama akan menghadapi petenis Argentina Guido Pella.

    Unggulan kedua Andy Murray akan ditantang rekan senegaranya dari Inggris Liam Broady di putaran pertama.

    Unggulan keempat Stan Wawrinka memulai perjuangannya di Wimbledon dengan menghadapi petenis muda AS Taylor Fritz, demikian dikutip dari laporan Reuters.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.