Taiwan Terbuka 2016, Hafiz/Shela Menangi 'Perang Saudara'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah atlet bulu tangkis Indonesia berlatih jelang Olimpiade 2016 di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, 22 April 2016. Olimpiade 2016 akan digelar di Rio de Janeiro, Brasil. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Sejumlah atlet bulu tangkis Indonesia berlatih jelang Olimpiade 2016 di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, 22 April 2016. Olimpiade 2016 akan digelar di Rio de Janeiro, Brasil. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Pasangan ganda campuran Hafiz Faisal/Shela Devi Aulia berhasil memenangi duel melawan rekan yang sama-sama berada di pemusatan latihan nasional (pelatnas), Ronald Alexander/Melati Daeva Octavianti, dalam pertandingan Chinese Taipei Open (Taiwan Terbuka) Grand Prix Gold 2016 di Taipei Arena, Kamis, 30 Juni 2016. 

    Pasangan yang tak diunggulkan ini mengaku tampil lepas dan tanpa beban sehingga bisa mengalahkan Ronald/Melati, yang merupakan unggulan keempat, dengan skor 10-21, 21-17, 21-13. Hafiz/Shela pun berhak atas tiket babak perempat final Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2016.

    Game pertama dimenangi Ronald/Melati dengan relatif mudah. Unggul di permainan depan, Ronald/Melati terus menekan dan tak membiarkan Hafiz/Shela mengembangkan permainan.

    Namun keadaan berubah pada game kedua. Pertarungan makin sengit. Kini, giliran Hafiz/Shela yang memegang kendali permainan. Pasangan hasil binaan klub Jaya Raya Jakarta ini pun unggul 11-9 pada game kedua. Ronald/Melati hanya mampu menahan laju Hafiz/Shela hingga kedudukan imbang 17-17. Selanjutnya, Hafiz/Shela sudah tak terbendung. Sebaliknya, bola pukulan Ronald/Melati sering menyangkut di net.

    Pada game penentuan, Hafiz/Shela tampil semakin percaya diri dan terus menekan pertahanan Ronald/Melati yang mulai goyah. Tiket perempat final akhirnya diraih Hafiz/Shela setelah menang dengan skor meyakinkan, 21-13.

    “Kami tentu senang atas kemenangan ini. Apalagi lawan lebih diunggulkan. Kami bermain tanpa beban. Di sesi latihan pun kami imbang, kadang menang kadang kalah,” ujar Shela ketika diwawancarai Badmintonindonesia.org.

    “Di game pertama, kami masih meraba-raba mau main seperti apa. Lalu di game kedua kami mengubah taktik dan banyak menyerang ke belakang. Kalau (permainan di) depan agak sulit karena pengembalian Melati tipis-tipis di net,” Shela menambahkan.

    Shela menjelaskan, komunikasi dengan partner juga menjadi kunci kemenangannya. “Saat di lapangan, terasa sekali manfaatnya. Kami harus bisa menerima partner walaupun dia kadang melakukan kesalahan, misalnya bola menyangkut di net atau memberi bola tanggung. Begitu juga sebaliknya,” tuturnya.

    Selain Hafiz/Shela, pasangan Riky Widianto/Gloria Emanuelle Widjaja berhasil menembus babak perempat final dengan mengalahkan wakil Taiwan, Chen Hung Ling/Hu Ling Fang, dengan skor telak, 21-10, 21-11. Sedangkan pasangan Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika ditekuk unggulan pertama, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia), dengan skor 15-21, 17-21. 

    BADMINTONINDONESIA.ORG | GADI MAKITAN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.