Kepindahan Durant ke Warriors Dinilai 'Tak Baik untuk NBA'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kevin Durant. REUTERS/Bill Waugh

    Kevin Durant. REUTERS/Bill Waugh

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner NBA Adam Silver mengutarakan keresahannya terkait kepindahan bintang basket Kevin Durant ke Golden State Warriors. Menurutnya,  keberadaan satu tim yang terlalu kuat di liga NBA cenderung berdampak kurang ideal bagi persaingan di sana.

    Hal itu disampaikan Silver dalam sebuah konferensi pers selepas pengumuman hasil pertemuan tahunan Dewan Pengelola NBA di Las Vegas, AS, Selasa 12 Juli 2016, waktu  setempat.

    "Terkait Kevin Durant, saya sepenuhnya menghormati keputusannya untuk mengambil salah satu dari pilihan yang tersedia semenjak ia memasuki status tanpa ikatan. Dalam hal ini ia sepenuhnya bergerak mengikuti koridor peraturan yang ada, demikian juga Golden State," kata Silver sebagaimana dilansir laman resmi NBA.com.

    Meski demikian, kata Silver, kepindahan itu "tidak baik untuk liga". Sebelumnya, beberapa media sempat berspekulasi dan menuding NBA lebih diuntungkan dengan keberadaan sebuah tim bertabur bintang, dibandingkan menyebarkan para pemain top ke 30 klub semerata mungkin. Ini karena pendapatan NBA sebagian besar diterima dari uang hak siar di televisi.

    "Saya pikir itu tidak baik untuk liga, asal tahu saja. Kira-kira begini, siapapun yang ada di tim "favorit mahal", coba sampaikan itu kepada 430 pemain yang tidak ada di tim-tim tersebut," kata Silver.

    "Kita lihat apa yang terjadi dengan Golden State musim mendatang. Kalian memiliki keselarasan yang kuat di antara sekolompok pemain dan sekarang menambahkan sosok bintang baru di dalamnya, tentu menarik melihat apa yang akan terjadi. Namun sekali lagi saya sampaikan, saya pikir ini tidak ideal dari sudut pandang liga," ujarnya menambahkan.

    Kepindahan Durant ke runner-up NBA 2016, Warriors, tidak lain merupakan dampak dari kesepakatan batas gaji baru yang naik dari sebelumnya US$ 70 juta per musim menjadi US$ 94,1 juta per musim.

    Akibatnya, jutaan dolar digelontorkan sepanjang pasar perpindahan dan perpanjangan kontrak pemain berlangsung, membuat seorang pebasket yang bahkan tak pernah mencicipi bermain untuk Tim All-Stars, dapat meraup kontrak bernilai lebih dari 100 juta dolar AS sementara seorang pemain langganan calon MVP pindah bergabung dengan tim yang musim lalu memenangi 73 pertandingan.

    ANTARA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?