Menjelang Olimpiade 2016, Londa Jauhi Makanan Pedas dan Asam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet lompat jauh Maria Natalia Londa saat latihan di Gym Generation, Denpasar, 14 Juli 2016. TEMPO/Bram Setiawan

    Atlet lompat jauh Maria Natalia Londa saat latihan di Gym Generation, Denpasar, 14 Juli 2016. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Denpasar - Atlet lompat jauh dari Bali, Maria Natalia Londa, tak lama lagi akan tampil dalam Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, Agustus 2016. Saat ini, perempuan kelahiran Denpasar, 29 Oktober 1990 itu sudah memasuki program latihan pra-kompetisi.

    Bukan hal mudah bagi Maria untuk mengemban tanggung jawab membawa nama Indonesia ke kancah internasional, apalagi di Olimpiade. Selain latihan, pola makan dan menu makanan juga disesuaikan untuk menunjang kebutuhan gizinya.

    "Sejak November 2015 saya dipantang makanan pedas, goreng, dan asam," katanya saat ditemui Tempo di Gym Generation, Denpasar, Kamis, 14 Juli 2016. Ia mengaku tidak mudah menjalani pantangan makanan itu selama delapan bulan ini.

    Apalagi, dia sangat gemar makan rujak. "Saya suka makanan asam. Tapi sekarang, kalau makan soto tidak pakai perasan air jeruk nipis," ujarnya. Maria menuturkan ketika sedang tergoda makan rujak, ia hanya makan mentimun, bengkuang, dan pepaya.

    "Tidak pakai mangga. Buah-buah itu cuma diberi garam saja. Anggap saja makan rujak untuk menggembirakan hati," tuturnya sambil tertawa. Jadi, selama delapan bulan ini, dimsum menjadi makanan favoritnya.

    "Saya lebih banyak makan yang dibakar, rebus, atau kukus. Kalau program latihan berat sehari saya bisa makan dimsum sampai 20," ujar Maria. "Kalau makanan lauk-pauk saya biasa makan ayam kampung, ikan salmon, dan kakap merah, masaknya dipanggang."

    Maria akan berangkat ke Jakarta pada 25 Juli 2016. Selanjutnya, ia berangkat dari Jakarta menuju ke Brasil pada 27 Juli nanti. Saat ini latihan Maria Londa sudah masuk ke program pra-kompetisi. Porsi latihannya pun berkurang.

    "Selama seminggu ada tujuh sampai sembilan kali latihan. Kalau sebelumnya seminggu 13 kali untuk pemantapan teknik," katanya. "Saat ini saya tinggal memantapkan posisi pendaratan untuk memperbaiki posisi badan dan kaki saya."

    BRAM SETIAWAN

    BACA JUGA
    Soal Pulau G, Rizal Ramli ke Ahok: Berpikir Modernlah!
    Disebut Cengeng oleh Rizal Ramli, Ahok: Diem Juga Salah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.