Penembakan Massal Marak, Bintang NBA Kampanye Antikekerasan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebasket Cleveland Cavaliers, LeBron James menempati posisi keenam sebagai atlet terkaya menurut majalah Forbes dengan penghasilan 64,8 juta dollar AS. REUTERS/ David Richard-USA TODAY Sports

    Pebasket Cleveland Cavaliers, LeBron James menempati posisi keenam sebagai atlet terkaya menurut majalah Forbes dengan penghasilan 64,8 juta dollar AS. REUTERS/ David Richard-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat bintang kompetisi bola basket NBA memanfaatkan momen pembukaan malam penghargaan ESPY di Microsoft Theater, Los Angeles, Amerika Serikat, Rabu, 13 Juli 2016, waktu setempat, untuk melakukan kampanye antikekerasan serta ajakan perubahan sosial.

    Bintang Cleveland Cavaliers LeBron James bersama Carmelo Anthony (New York Knicks), Chris Paul (Los Angeles Clippers), dan Dwayne Wade (Chicago Bulls) mengambil alih panggung dan mengajak rekan-rekan mereka di dunia olahraga untuk terus meningkatkan aktivitas sosial.

    "Beberapa generasi lalu, para legenda seperti Jesse Owens, Jackie Robinson, Muhammad Ali, John Carlos, dan Tommie Smith, Kareem Abdul-Jabbar, Jim Brown, Billie Jean King, Arthur Ashe, dan masih banyak lagi yang lainnya, mencontohkan isu apa yang harus diperhatikan para atlet. Maka kami memilih untuk mengikuti jejak mereka," kata Paul.

    Kampanye tersebut menjadi reaksi dari peristiwa penembakan massal di Dallas, Orlando; dan Baton Rouge, Louisiana, baru-baru ini.

    "Sistem yang ada rapuh, masalah-masalah yang terjadi, kekerasan, dan perpecahan rasial semuanya bukan hal baru, tapi desakan terhadap perubahan jelas berada di titik yang tertinggi," kata Anthony.

    Anthony sendiri sebelumnya menuliskan sebuah artikel di surat kabar The Guardian menyusul kejadian penembakan yang menewaskan dua warga kulit hitam serta lima petugas kepolisian Dallas, mengajak atlet untuk berperan aktif memberi perhatian terhadap masalah sosial yang terjadi.

    "Stereotipe rasial harus dihentikan. Mental menembak-untuk-membunuh harus dihentikan. Mengabaikan nilai tubuh kulit hitam dan cokelat harus dihentikan. Namun pembalasan juga harus berhenti. Kekerasan bersenjata api di berbagai tempat seperti Chicago, Dallas, belum lagi Orlando, semuanya harus berhenti. Cukup. Sudah cukup," kata Wade yang baru-baru ini sepakat memilih hijrah ke Bulls dari Miami Heat setelah ia memasuki status tanpa ikatan.

    James, yang malam itu menyabet lima penghargaan ESPY, kebagian menutup kampanye tersebut dengan mengajak seluruh atlet, "Malam ini kita semua memberi penghormatan kepada Muhammad Ali, sang GOAT (terbaik sepanjang masa)."

    Namun untuk menghormati warisannya, mari memanfaatkan momen ini untuk mengajak seluruh atlet profesional turun tangan mendidik diri kita sendiri, memahami lebih jauh akan masalah yang terjadi, buka suara, memanfaatkan pengaruh kita, dan menolak semua kekerasan, serta yang paling penting kembali mendekati lingkungan sekitar kita, meluangkan waktu dan tenaga untuk membangun kembali mereka, menguatkan serta membantu perubahan. Kita semua harus berbuat lebih baik lagi," kata James, demikian dilansir ESPN.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.