3 Hal yang Ingin Dilakukan Maria Londa Sebelum ke Olimpiade

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Lompat Jauh asal Bali, Maria Natalia Londa, usai berlatih jelang Olimpiade 2016 di Pantai Legian, Bali, 28 Januari 2016. Maria merupakan atlet nasional peraih medali emas di Asian Games 2014. TEMPO/Johannes P. Christo

    Atlet Lompat Jauh asal Bali, Maria Natalia Londa, usai berlatih jelang Olimpiade 2016 di Pantai Legian, Bali, 28 Januari 2016. Maria merupakan atlet nasional peraih medali emas di Asian Games 2014. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet lompat jauh dari Bali, Maria Natalia Londa, akan tampil di ajang Olimpiade, di Rio de Janeiro, Brasil, pada Agustus mendatang. Meski waktu sebelum berangkat semakin dekat, dia mengatakan tak ingin terbawa perasaan nervous.

    Di sela kesibukannya berlatih, atlet kelahiran Denpasar, 29 Oktober 1990, itu meluangkan waktunya untuk meditasi di rumahnya. Selain itu, dia juga rutin menonton film-film kesukaannya. "Saya suka film komedi, saya suka video-video Epenkah Cupentoh," katanya saat ditemui Tempo di Gym Generation, Denpasar, Kamis, 14 Juli 2016.

    Menurut dia, kelucuan Epenkah Cupentoh membuatnya terhibur di sela padatnya program latihan. "Dia baru ngomong, saya sudah ketawa dan jadi tahu banyak kelucuan daerah, seperti Jawa, Papua, Ambon. Walaupun saya juga enggak mengerti sepenuhnya," ujarnya sambil tertawa.

    Selain itu, ia menambahkan, dia juga suka dengan komedi ala Raditya Dika. Sebelum berangkat menuju Brasil ia akan menyempatkan waktu untuk menonton film terbaru yang dibintangi Raditya Dika, Koala Kumal. "Mudah-mudahan kalau ada waktu masih sempat nonton," ujarnya.

    Keinginannya yang lain, Londa ingin meluangkan waktu berkumpul bersama keluarga. Menurut dia, berada di tengah keluarga setelah menjalani rutinitas persiapan menjelang Olimpiade, membuatnya merasa nyaman.

    "Pekan lalu saya sempat nonton film Rudy Habibie bareng Ibu saya," ujarnya. "Memang agak susah atur jadwal latihan dan recovery, makanya seminggu sekali pasti saya sempatkan."

    Maria menuturkan akan mengunjungi makam ayahnya sebelum berangkat ke Brasil. "Beberapa hari lalu saya sempatkan ke makam bapak bersama ibu. Nanti kalau ke berangkat ke bandara, saya pasti sempatkan mampir dulu ke makam bapak," tuturnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.