Ziarah ke Makam Ayahnya Menjelang Olimpiade, Ini Harapan Londa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Lompat Jauh asal Bali, Maria Natalia Londa, melakukan pendaratan di pasir saat berlatih di Pantai Legian, Bali, 28 Januari 2016. Latihan tersebut dilakukan guna mempersiapkan diri ikuti Olimpiade Brasil 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    Atlet Lompat Jauh asal Bali, Maria Natalia Londa, melakukan pendaratan di pasir saat berlatih di Pantai Legian, Bali, 28 Januari 2016. Latihan tersebut dilakukan guna mempersiapkan diri ikuti Olimpiade Brasil 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum bertanding di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, Maria Londa ingin mengunjungi makam ayahnya. Atlet lompat jauh asal Bali ini dijadwalkan berangkat dari Bali menuju Jakarta pada 24 Juli 2016 malam. Selanjutnya, dia akan terbang ke Brasil pada 27 Juli 2016.

    Bagi Maria Londa, restu dari orang tua adalah motivasi yang besar untuk bisa membawa nama baik Indonesia di kejuaraan dunia. Sejak ayahnya, Kamilus Kasi meninggal karena sakit paru-paru pada 2011, dia selalu berziarah ke makam ayahnya sebelum bertanding di berbagai kejuaraan.

    "Saya akan ziarah ke makam beliau (ayah) bersama keluarga antara Jumat (22 Juli 2016) atau Sabtu (23 Juli). Harapan saya, doa restu orang tua yang terbaik bagi anak, karena saya bertahan di atletik dari mereka dan demi mereka," ujar Londa saat ditemui Tempo setelah latihan di Lapangan Umum Mengwi, Kabupaten Badung, Jumat, 15 Juli 2016.

    Selama berkecimpung di dunia atletik, Maria menuturkan ayahnya berperan besar dalam setiap prestasinya. "Selama ini yang mengawal saya sebagai atlet adalah ayah saya sampai dia pergi menghadap Tuhan pun dia selalu bilang kepada saya, jangan lupa latihan karena itu jati diri saya," tuturnya.

    Kenangan bersama ayah, ujar dia, menjadi semangat baginya untuk mengejar prestasi terbaik di setiap pertandingan. "Saat masih SD kelas III beliau dampingi saya latihan di lapangan untuk lomba tingkat daerah. Saya diantar, ditunggu, betapa pun sibuknya beliau bekerja pasti selalu menemani saya saat latihan," tutur atlet kelahiran Denpasar, 29 Oktober 1990.

    Menjelang tampil di Olimpiade, Maria Londa sudah mulai memetakan lawan-lawan yang menjadi pesaing beratnya. Menurut dia, ada dua atlet lompat jauh yang bakal menjadi pesaing beratnya, yaitu Brittney Reese (USA) dan Ivana Spanovic (Serbia). "Kejauhan lompatan mereka di atas tujuh meter," katanya.

    Di sela waktu luang, Maria juga rutin menonton video-video penampilan Brittney Reese dan Ivana Spanovic untuk mempelajari secara teknik kelemahan dan kelebihan mereka. "Saya harus tahu di mana titik mereka mencapai lompatan jauh dan salah saat pertandingan. Dua orang itu saja yang saya perhatikan," ujarnya.

    Adapun pelatih Maria, I Ketut Pageh, menjelaskan saat ini Londa sudah memasuki program latihan pra-kompetisi sehingga repetisi latihan atlet binaannya itu sudah mulai berkurang. "Kalau sebelum pra-kompetisi latihannya 20 sampai 25 kali lompatan, tapi sekarang cukup sepuluh kali," katanya. "Saat ini cuma menjaga kebugaran."

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.