Tanpa Pacar, Azarenka Siap Jadi Ibu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis asal Belarusia, Victoria Azarenka memberikan tanda tangan pada penggemarnya setelah menang dua set langsung 6-1, 6-2 dari lawannya Danka Kovinic saat pertandingan Australia Terbuka di Melbourne Park, Australia, 21 Januari 2016. REUTERS/Jason Reed

    Petenis asal Belarusia, Victoria Azarenka memberikan tanda tangan pada penggemarnya setelah menang dua set langsung 6-1, 6-2 dari lawannya Danka Kovinic saat pertandingan Australia Terbuka di Melbourne Park, Australia, 21 Januari 2016. REUTERS/Jason Reed

    TEMPO.COJakarta - Petenis nomor enam dunia asal Belarusia, Victoria Azarenka, tak ingin kehamilan mengakhiri kariernya. Ia bertekad kembali ke lapangan setelah melahirkan pada akhir tahun ini. 

    "Saya sangat terinspirasi oleh banyak atlet wanita yang kuat dan mampu kembali ke puncak setelah memiliki anak. Saya akan melakukan hal yang sama," kata atlet berusia 26 tahun itu. 

    Azarenka, yang sudah meraih dua gelar Grand Slam, menyadari dirinya hamil ketika sedang memulihkan diri dari cedera yang dideritanya sejak Mei lalu. Ketika ia mengabarkan kehamilan itu di laman Facebook-nya, banyak yang kaget dan mempertanyakan siapa ayah bayi itu. Memang, setelah putus dari Redfood, anggota band LMFAO, pada 2014, petenis ini memilih merahasiakan kehidupan asmaranya.

    Azarenka masuk jajaran petenis yang menjadi sorotan dunia. Selain prestasinya yang kinclong, kekayaannya moncer. Dia memiliki pendapatan US$ 6,6 juta atau Rp 87,59 miliar. Penghasilan itu, selain berasal dari hadiah uang berbagai turnamen yang mereka ikuti, didapat dari sponsor. Pendapatan tersebut menempatkan Azarenka sebagai atlet putri nomor 10 terkaya di dunia. 

    DAILY MAIL | THE SUN | NURDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.