Rusia Pecat Wakil Menteri Olahraga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin, dikelilingi atlet remaja untuk berfoto selfie saat pertemuan dengan para pejabat, menteri dan gubernur untuk pengembangan olahraga di Cheboksary, Rusia, 9 Oktober 2014. Putin luangkan waktu satu hari untuk kunjungi Cheboxary yang merupakan wisma olahraga. (Sasha Mordovets/Getty Images)

    Presiden Rusia Vladimir Putin, dikelilingi atlet remaja untuk berfoto selfie saat pertemuan dengan para pejabat, menteri dan gubernur untuk pengembangan olahraga di Cheboksary, Rusia, 9 Oktober 2014. Putin luangkan waktu satu hari untuk kunjungi Cheboxary yang merupakan wisma olahraga. (Sasha Mordovets/Getty Images)

    TEMPO.COMoskow - Juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov mengatakan bahwa Wakil Menteri Olahraga Rusia Yuri Nagornykh harus kehilangan pekerjaannya. Sedangkan Menteri Olahraga Vitaly Mutko selamat. Sebab, Mutko tidak disebut-sebut dalam laporan badan anti-doping dunia WADA sebagai orang di belakang kesalahan ini. “Mutko tidak disebutkan sebagai pelaku yang sebenarnya,” kata Peskov Selasa 19 Juli 2016.

    Peskov mengatakan, Rusia bertekad untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh ke semua tuduhan dari WADA. Ini adalah hasil laporan memberatkan yang menyatakan bahwa doping di Rusia disponsori negara yang melibatkan tangan kanan Vladimir Putin, intelijen Rusia, dan pejabat olahraga atas. "Semua tindakan investigasi yang diperlukan sedang berlangsung."

    Menanggapi keputusan IOC, Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko mengatakan siap untuk mengirim delegasi Rusia ke Rio yang terdiri dari atlet dan pelatih. Atlet negara Rusia tetap mempersiapkan diri meskipun kemungkinan dilarang ikut Olimpiade."Saya berharap bahwa IOC dan Asosiasi Federasi Olimpiade Internasional akan melihat pernyataan kami dan menjadi pertimbangan dalam membuat keputusan.”

    Sebelumnya Komite Olimpiade Internasional (IOC) sedang menjajaki pilihan hukum mengenai kemungkinan larangan terhadap Rusia ikut bersaing di Olimpiade Rio bulan depan. Namun, IOC juga akan mempertimbangkan hak hukum para atlet untuk bersaing.

    IOC masih menunggu putusan dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), yang akan memutuskan banding dari atlet atletik Rusia pada olimpiade yang akan digelar 5-21 Agustus mendatang.  Menurut IOC, CAS akan mengeksplorasi pilihan hukum berkenaan dengan larangan kolektif dari semua atlet Rusia untuk Olimpiade 2016 versus hak atas keadilan individu. “Keputusan CAS tentang aturan IAAF menjadi pertimbangan, serta Kode Anti-Doping Dunia dan Piagam Olimpiade," demikian pernyataan  Dewan Eksekutif IOC.

    Keputusan WADA untuk melarang Tim Rusia ikut Olimpiade Rio setelah menerima laporan pengacara Kanada Richard McLaren, komisi independen yang menginvestigasi skandal doping Rusia di Olimpiade Musim Dingin di Sotchi 2014. Laporan McLaren, yang dirilis  Senin lalu oleh WADA mengatakan bahwa Rusia bersalah karena doping yang disponsori negara di Olimpiade Sotchi. IOC juga menuntut agar semua atlet Rusia menggunakan doping di Sochi harus kembali diuji.

    Dewan eksekutif IOC telah menyetujui serangkaian tindakan sementara, yakni tidak akan mengakreditasi setiap pejabat kementerian olahraga Rusia atau individu lain yang terlibat dalam laporan McLaren untuk Olimpiade Rio dan Paralimpiade.  Selain itu,  melakukan penyelidikan penuh ke semua atlet Rusia yang berlaga di Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi dan pelatih mereka, pejabat dan staf pendukung, untuk menyertakan analisis ulang dari sampel yang disediakan oleh para atlet.

    WADA mengeluarkan rekomendasi kepada IOC, termasuk di antaranya agar pejabat pemerintahan Rusia tidak mendapat akses di kegiatan olahraga internasional, termasuk Olimpiade Rio. Selain itu, federasi-federasi cabang olahraga internasional perlu mempertimbangkan tindakan terhadap organisasi cabang olahraga Rusia. "Laporan McLaren ini menguatkan dugaan adanya manipulasi dalam proses pengawasan doping di laboratorium saat Olimpiade Sochi 2014 dan setelahnya," kata ketua WADA Sir Craig Reedie dalam sebuah pernyataan.

    Bukti ini, kata Reedie, tidak hanya melibatkan kementerian olahraga Rusia dalam menjalankan sistem pengawasan doping yang melanggar prosedur. Namun juga ada partisipasi aktif dari intelijen Rusia dan Pusat Persiapan Tim Nasional negara tersebut.

    RT.COM| GUARDIAN| WADA-AMA.ORG| ANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.