Monfils Mampu Akhiri Puasa Gelar Juara Selama 2,5 Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Gael Monfils, setelah mengalahkan Roger Federer, pada turnamen Monte Carlo di Monaco, 16 April 2015. Monfils mengalahkan Federer dengan dua set 6-4 7-6(5).  REUTERS/Eric Gaillard

    Ekspresi Gael Monfils, setelah mengalahkan Roger Federer, pada turnamen Monte Carlo di Monaco, 16 April 2015. Monfils mengalahkan Federer dengan dua set 6-4 7-6(5). REUTERS/Eric Gaillard

    TEMPO.CO, Jakarta - Petenis asal Prancis, Gael Monfils, mengakhiri masa paceklik gelar selama 2,5 tahun dengan memenangi gelar Citi Terbuka di Washington, setelah dalam final mengalahkan Ivo Karlovic 5-7 7-6(6) 6-4, Minggu waktu setempat.

    Kemenangan itu merupakan yang pertama bagi Monfils sejak Februari 2014 di Montpellier, Prancis, dan berada di satu tempat di mana dua pemain sebelumnya, Yannick Noah dan Arthur Ashe, juga memenangi turnamen tersebut. "Saya tumbuh bersama beberapa nama besar itu," kata Monfils.

    "Tentu saja nama saya termasuk di antara mereka, itu sangat berarti bagi saya, saya sangat bangga dan bahagia," katanya.

    Sementara itu, Karlovic hampir saja menjadi petenis tertua yang memenangi bolak-balik turnamen tunggal ATP sejak petenis sebelumnya Ken Rosewall yang berusia 43 tahun pada 1973.

    Dalam set kedua, Karlovic yang memegang servis unggul 5-4, namun Monfils mampu mematahkan dan menang dalam tiebreak.

    Break pertama kali, Karlovic gagal. "Saya pegang servis, jika saya bermain normal, saya akan menang," kata Karlovic.

    "Servis saya terhenti dan itu yang terjadi, saya tidak terbiasa dengan itu, tapi itu yang terjadi," katanya.

    "Saya akan menang dan kemudian saya kehilangan servis, itulah tenis," kata Monfils yang mengatakan servis break awal pada set ketiga dia sebagai kunci kemenangannya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.