Djokovic Antusias Hadapi Kejuaraan Tenis Piala Rogers

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis asal Serbia, Novak Djokovic  mengembalikan pukulan lawannya asal AS, Sam Querrey pada pertandingan babak ketiga Wimbledon di All England Lawn Tennis & Croquet Club, 2 Juli 2016. Querrey mengalahkan Djokovic 7-6 (8-6) 6-1 3-6 7-6 (7-5). REUTERS/Paul Childs

    Petenis asal Serbia, Novak Djokovic mengembalikan pukulan lawannya asal AS, Sam Querrey pada pertandingan babak ketiga Wimbledon di All England Lawn Tennis & Croquet Club, 2 Juli 2016. Querrey mengalahkan Djokovic 7-6 (8-6) 6-1 3-6 7-6 (7-5). REUTERS/Paul Childs

    TEMPO.CO, Jakarta - Petenis peringkat satu dunia Novak Djokovic tidak sabar untuk bermain di lapangan permukaan keras yang disukainya di Piala Rogers di Toronto, namun petenis Serbia itu mendapat peringatan ketika ia kembali bermain untuk pertama kalinya sejak secara mengejutkan tersingkir di Wimbledon.

    Petenis 29 tahun itu, yang bertekad menjadi orang pertama sejak Rod Laver pada 1969 yang menjuarai empat Grand Slam dalam setahun, menelan kekalahan di putaran ketiga dari Sam Querrey asal AS di Wimbledon.

    Bagaimanapun, Djokovic, yang memenangi tiga dari lima turnamen Masters pada musim ini, tidak berharap banyak untuk Piala Rogers, yang telah ia menangi sebanyak tiga kali.

    "Saya tidak mengharapkan apapun. Saya hanya berusaha untuk mempersiapkan diri saya untuk tampil sebaik mungkin," kata Djokovic kepada situs resmi ATP (www.atpworldtour.com).

    "Saya memiliki sedikit lebih banyak waktu karena kekalahan dini di Wimbledon untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga, sedikit berkumpul, dan mulai berlatih di lapangan keras, yang paling saya nikmati. Maka saya tidak sabar untuk ini."

    "Saya memiliki sejarah indah di Piala Rogers di Toronto dan Montreal. Itulah yang ada dalam benak saya sekarang. Hanya menikmati, bermain baik, bermain di kategori tunggal dan ganda dan mendapatkan sebanyak mungkin jam (bermain)."

    Juara Grand Slam sebanyak 12 kali itu, yang mendapatkan bye di putaran pertama, dapat bertemu finalis Wimbledon dan favorit tuan rumah Milos Raonic di semifinal.

    "Ia tentu saja merupakan salah satu petenis yang akan banyak kita saksikan di masa yang akan datang. Ia bekerja sangat keras. Ia memiliki John McEnroe di timnya, maka ia benar-benar semakin baik di dalam dan di luar lapangan," kata Djokovic.

    Djokovic mengecilkan kekalahannya di Wimbledon, yang mengakhiri rentetan kemenangannya di Grand Slam pada angka 30 kemenangan.

    "Apapun terjadi untuk sebuah alasan maka tentu saja saya tidak menikmati kekalahan di pekan pertama Grand Slam," ucapnya. "Di sisi lain, hari selanjutnya sudah ada di belakang saya," katanya, dilaporkan Reuters.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?