Olimpiade 2016, Atlet Panahan Indonesia Mampu Beradaptasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet panahan putra Hendra Purnama, Riau Ega Salsabila dan Muhammad Hanif Wijaya mengikuti pemusatan latihan jelang Olimpiade Rio, Brasil di Senayan, Jakarta, 25 Juli 2016. ANTARA FOTO

    Atlet panahan putra Hendra Purnama, Riau Ega Salsabila dan Muhammad Hanif Wijaya mengikuti pemusatan latihan jelang Olimpiade Rio, Brasil di Senayan, Jakarta, 25 Juli 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Tim panahan Indonesia sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan dan lokasi pertandingan di Brasil, yang merupakan tempat berlangsungnya Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, 5-21 Agustus 2016.

    Keberhasilan Ika Yuliana dan kawan-kawan beradaptasi tidak lepas dari cukupnya waktu istirahat yang diberikan manajemen tim setelah melalui penerbangan di atas 24 jam dari Tanah Air.

    "Saya melihat anak-anak sudah tidak terpengaruh lagi dengan jetlag karena ada waktu recovery selama satu hari. Waktu yang diberikan benar-benar dimanfaatkan oleh mereka untuk berlatih di fitness center," kata pelatih Deni Trisjanto dalam keterangan tertulis, Minggu.

    Menurut dia, latihan perdana tim panahan Indonesia yang diperkuat Ika Yuliana Rochmawati, Riau Ega Agata Salsabila, Muhammad Hanif Wijaya, dan Hendra Purnama dilakukan di Sambodromo, yang juga lokasi pertandingan, pada Jumat, 5 Agustus.

    Berdasarkan hasil latihan perdana sekaligus adaptasi dengan lapangan pada Sabtu waktu setempat, Deni menilainya cukup bagus karena semua atlet yang lolos Olimpiade mampu menjalankan semua program, bahkan tidak menghadapi kendala saat membidik sasaran. "Saya lihat tim putra menembak dengan sangat bagus. Kalau saya melihatnya dari situ saja. Sebab, saat ini mereka memang harus menembak bagus. Itu menunjukkan tim ini punya peluang karena kami juga berharap dari nomor ini," ujar Deni.

    Cabang panahan membuka tradisi medali Indonesia pada Olimpiade saat Trio Srikandi—Nurfitriyana, Lilis Handayani, dan Kusuma Wardhani—membawa pulang medali perak Olimpiade 1988 di Seoul. PP Perpani pun berharap tim putra bisa memutus puasa medali selama 28 tahun.

    Deni mengatakan belum melihat ada potensi kendala yang bisa mengganggu penampilan anak asuhannya karena panitia telah membuat lokasi pertandingan sesuai dengan standar sehingga meminimalkan kendala angin.

    "Di bagian belakang ada papan yang cukup tinggi untuk menghalangi anak panah agar tidak ke luar lapangan, sementara di kanan dan kiri ada tribun penonton. Jadi saya memperkirakan tidak akan ada angin yang terlalu kencang. Saya juga lihat panggungnya kokoh dan dibuat dengan bagus. Suasananya baru dan saya kira bisa memberikan ketenangan berpikir untuk atlet," tutur Deni.

    Tim panahan Indonesia akan memulai usaha merebut medali pada Jumat pekan depan, dari babak kualifikasi perorangan dilanjutkan dengan nomor beregu putra keesokan harinya, saat Trio Arjuna Indonesia akan berusaha merebut medali emas. Nomor individu bakal berlangsung pada 8-12 Agustus.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.