Lee Chong Wei Merasa Lebih Tertekan di Olimpiade Terakhirnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis asal Malaysia Lee Chong Wei berjalan memasuki lapangan sebelum memulai ajang Yonex Legends Vision 2015 di Jakarta, 17 Agustus 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pebulutangkis asal Malaysia Lee Chong Wei berjalan memasuki lapangan sebelum memulai ajang Yonex Legends Vision 2015 di Jakarta, 17 Agustus 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta – Pemain bulu tangkis nomor satu dunia, Lee Chong Wei, mengaku merasakan tekanan menjelang upaya terakhirnya meraih medali emas Olimpiade.

    Atlet asal Malaysia itu dikalahkan musuh bebuyutannya dari Tiongkok, Lin Dan, dalam putaran final dua Olimpiade terakhir.

    Dengan usianya yang kini 33 tahun, dia tahu Olimpiade Rio de Janeiro akan menjadi kesempatan terakhirnya merebut medali emas Olimpiade.

    "Saya merasakan lebih banyak beban di pundak saya. Sebab, empat tahun ke depan, saya rasa sudah tidak ada kesempatan untuk saya, jadi ini kesempatan terakhir," kata Lee di Rio, Ahad, 31 Juli 2016.

    Lee, yang belum pernah memenangi gelar dunia atau Olimpiade, berjuang kembali ke peringkat teratas setelah kembali dari sanksi doping tahun lalu.

    Dia kemungkinan berhadapan dengan Lin Dan di semifinal Olimpiade Rio.

    Lee punya banyak waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi di Rio karena pertandingan bulu tangkis di Olimpiade baru akan mulai 11 Agustus mendatang, seperti dilansir kantor berita AFP.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.