Olimpiade, Polisi Ledakkan Tas Dekat Finis Balap Sepeda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kembang api mewarnai Upacara Pembukaan Pekan Olahraga Olimpiade 2016 di stadion Maracana, di Rio de Janeiro, Brasil, 5 Agustus 2016. Olimpiade tahun ini bakal memperebutkan 306 medali emas, dimana pada ajang sebelumnya di Olimpiade London 2012 terdapat 301 medali emas. AP Photo

    Kembang api mewarnai Upacara Pembukaan Pekan Olahraga Olimpiade 2016 di stadion Maracana, di Rio de Janeiro, Brasil, 5 Agustus 2016. Olimpiade tahun ini bakal memperebutkan 306 medali emas, dimana pada ajang sebelumnya di Olimpiade London 2012 terdapat 301 medali emas. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Suara ledakan keras menggetarkan kursi-kursi media di dekat garis finis cabang olahraga balap sepeda kategori road race pada hari pertama Olimpiade Rio, ketika penjinak bom Brasil meledakkan tas punggung tanpa pemilik pada Sabtu, di tengah keamanan ketat pada Olimpiade perdana di Amerika Selatan.

    Saksi Reuters melaporkan dirinya melihat para penjinak bom dengan pakaian pengaman beroperasi di dekat area, di mana awak media duduk di boulevard pantai Copacabana. Hal itu menyusul peledakan tas tanpa pemilik lainnya di dekat titik yang sama pada Jumat malam, saat upacara pembukaan Olimpiade berlangsung.

    Juru bicara untuk departemen keamanan umum mengatakan para ofisial meyakini tas itu dimiliki oleh seorang tuna wisma, namun protokol yang ada mengharuskan objek-objek tanpa pemilik untuk dihancurkan.

    Ledakan terkontrol itu terjadi pada pukul 1.45 siang (16.45 GMT), kata sang juru bicara.

    Lorie Schmetterling, yang bepergian dari Moorestown, New Jersey, bersama suaminya Eric untuk memberi semangat kepada putrinya Laura, yang merupakan atlet dayung untuk tim AS, tidak mendengar ledakan itu namun terganggu dengan fakta bahwa hal itu terjadi hanya beberapa ratus meter dari posisinya berada.

    "Anda mendengar hal-hal menakutkan ini mengenai bagaimana ini akan terjadi dan kemudian Anda berada di sana dan itu terlihat baik-baik saja," ucapnya. "Maka hal ini terjadi dan Anda merasakannya, Anda kembali merasa berada dalam situasi darurat."

    Schmetterling mengatakan insiden tidak akan mengganggu rencana-rencananya di Rio.

    Sumber keamanan mengatakan para ofisial mencemaskan tas ini karena letaknya berdekatan dengan lokasi ramah-tamah Rusia untuk Olimpiade.

    Pada beberapa hari terakhir, anggota-anggota pasukan penjinak bom telah meledakkan sejumlah tas tanpa pemilik melalui ledakan terkontrol di Rio, di tengah ketatnya keamanan.

    Brasil menahan 12 orang untuk dugaan keterlibatan dengan kelompok ISIS pada bulan lalu, namun pemerintah menegaskan resiko serangan terhadap Olimpiade adalah minimal.

    Brasil telah mengerahkan sekitar 85.000 polisi dan militer untuk mengamankan Olimpiade, jumlah yang dua kali lebih besar dibanding petugas keamanan pada Olimpiade London 2012.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.