Sri Wahyuni Rebut Perak Olimpiade, Ini Kata Manajernya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet angkat besi putri Indonesia Sri Wahyuni Agustiani. REUTERS/Jason Reed

    Atlet angkat besi putri Indonesia Sri Wahyuni Agustiani. REUTERS/Jason Reed

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet angkat besi putri Sri Wahyuni berhasil mempersembahkan medali pertama bagi Indonesia dalam Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, setelah meraih perak pada kelas 48 kilogram, Sabtu (Minggu waktu Indonesia barat).

    Sri Wahyuni mencatat total angkat 192 kilogram, sedangkan medali emas diraih lifter Thailand Tanasan Sopita yang membukukan angkatan 200 kilogram.

    Medali perunggu didapat oleh Miyake Hiromi dari Jepang dengan angkatan total 188 kilogram.

    Dalam pertandingan yang berlangsung di arena Riocentro itu, persaingan ketat terjadi di antara ketiga lifter Asia tersebut.

    Wahyuni, yang bobot badannya lebih ringan daripada Tanasan, mencoba angkatan clean and jerk terakhir 115 kilogram untuk bisa meraih emas, namun gagal sehingga harus puas dengan medali perak.

    "Sri Wahyuni memang banyak kemajuan, khususnya setelah kita berlatih di Afrika Selatan bulan lalu," kata manajer tim angkat besi Indonesia, Alamsyah Wijaya. Para lifter Indonesia memang berlatihdi Afrika Selatan sebelum berlaga di Brasil, sekaligus untuk proses aklimatisasi. Mereka bahkan langsung berangkat ke Rio dari negara itu.

    Keberhasilan Wahyuni meraih perak sekaligus memberi medali pertama bagi kontingen Indonesia di Olimpiade 2016. Keberhasilan lifter ini disaksikan langsung oleh Menpora Imam Nahrawi, Ketua KOI Erick Thohir, dan Ketua Umum PABBSI Rosan Ruslani.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.