Gagal di Beregu, Panahan Bidik Medali Olimpiade di Individu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemanah asal Idonesia, Riau Ega Agatha saat pertandingan tim pria 1/8 eliminasi pada Olimpiade Rio 2016 di Sambodromo, Rio de Janeiro, Brasil, 6 Agustus 2016. REUTERS/Yves Herman

    Pemanah asal Idonesia, Riau Ega Agatha saat pertandingan tim pria 1/8 eliminasi pada Olimpiade Rio 2016 di Sambodromo, Rio de Janeiro, Brasil, 6 Agustus 2016. REUTERS/Yves Herman

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah gagal menyabet medali Olimpiade di nomor beregu putra, tim panahan Indonesia berfokus mempersiapkan diri untuk pertandingan di nomor individu. Riau Ega Agatha, Hanif Wijaya, Hendra Purnama, dan Ika Yuliana akan bertanding di nomor individu mulai Senin, 8 Agustus 2016.

    Sebelumnya, Ega, Hanif, dan Hendra tampil di nomor beregu. Menempati peringkat ke-10 dalam babak kualifikasi, tim panahan putra Indonesia itu berhasil mengalahkan Taiwan yang menjadi unggulan ketujuh dengan skor 6-2 dalam babak pertama.

    Di perempat final, Ega dan kawan-kawan bertemu dengan tim dari Amerika Serikat. Tim Indonesia pun harus mengakui keunggulan Amerika Serikat dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Sambodromo, Rio de Janeiro, Sabtu, 7 Agustus 2016, waktu setempat, dengan skor 2-6.

    Baca: Sri Wahyuni Rebut Perak, Menpora Optimistis Ada Medali Lain

    Meski gagal menyabet medali, pelatih Deni Trisjanto tetap mengapresiasi atlet asuhannya itu. Ia menilai secara teknik mereka sudah tampil sempurna.

    "Tim putra memang luar biasa. Selama ini, belum pernah ada tim putra (Indonesia) yang pernah lolos ke Olimpiade. Menurut saya, prestasi ini sudah bagus karena kita bisa masuk perempat final. Hanya, kita harus mengakui keunggulan Amerika Serikat,” kata Deni, dikutip dari keterangan media yang diterima Tempo, Ahad, 8 Agustus 2016.

    Menurut dia, secara mental, seharusnya tidak ada masalah lagi. Namun, ia menambahkan, semua hal bisa terjadi. "Secara teknis, tidak ada masalah karena saya melihatnya bukan per kenaannya, melainkan teknisnya. Kalau teknisnya bagus, lepas bisa kenanya bagus. Tadi juga begitu, teknisnya bagus, tapi pada saat lepas, goyang. Ya, memang bisa begitu karena detak jantung, atau karena yang lain,” tuturnya.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.