Pasangan Venus dan Serena Kandas di Ganda Putri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serena (kiri) dan Venus Williams setelah dikalahkan pasangan Ekaterina Makarova dan Elena Vesnina of Russia, dalam perempat final turnamen Amerika Terbuka di New York, 3 september 2014. REUTERS/Ray Stubblebine

    Serena (kiri) dan Venus Williams setelah dikalahkan pasangan Ekaterina Makarova dan Elena Vesnina of Russia, dalam perempat final turnamen Amerika Terbuka di New York, 3 september 2014. REUTERS/Ray Stubblebine

    TEMPO.COJakarta - Venus dan Serena Williams, juara ganda putri Olimpiade tiga kali, tersingkir di putaran pertama turnamen tenis ganda putri Olimpiade Rio pada Minggu, 7 Agustus 2016.

    Petenis Cek Barbora Strycova dan Lucie Safarova mengalahkan mereka dengan skor 6-3, 6-4. Kekalahan ini mengakhiri harapan petenis unggulan teratas itu meraih gelar juara ganda putri untuk ketiga kalinya berturut-turut setelah memenangi medali emas di Beijing delapan tahun lalu dan di London pada 2012.

    Williams bersaudara memenangi gelar juara ganda putri pertama mereka di Olimpiade Sydney 2000, tapi cedera lutut kemudian menghalangi Serena bertanding di Olimpiade Athena 2004.

    Mereka juga telah memenangi 14 gelar juara grand slam ganda putri, dan total sudah memiliki 29 mahkota juara tunggal putri.

    Setelah kekalahan mereka, Serena berkata filosofis tentang hasil pertandingan itu.

    "Saya tidak akan bilang ini menghancurkan. Kami punya peluang untuk bertanding bagi negara kami, kami melakukan yang terbaik semampu kami. Kami menghadapi embusan di luar sana," kata Serena, 34 tahun, kepada para pewarta.

    "Kami sudah mendapat banyak medali ganda putri Olimpiade, dan begitu banyak gelar juara grand slam. Ini luar biasa."

    Kedua perempuan itu juga memenangi medali emas tunggal Olimpiade, dengan Venus menjadi juara di Sydney dan Serena juara di London. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?