Tour de Singkarak, Amir Kolahdouz Kuasai Kelok 44

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pembalap sepeda beradu kecepatan pada etape ketiga Tour de Singkarak 2016 di Rimbo Panti, Pasaman, Sumatera Barat, 8 Agustus 2016. Posisi ketiga ditempati Amir Kolahdouz Hagh dari Pishgaman Cycling Team. ANTARA/Hafidz Mubarak A.

    Para pembalap sepeda beradu kecepatan pada etape ketiga Tour de Singkarak 2016 di Rimbo Panti, Pasaman, Sumatera Barat, 8 Agustus 2016. Posisi ketiga ditempati Amir Kolahdouz Hagh dari Pishgaman Cycling Team. ANTARA/Hafidz Mubarak A.

    TEMPO.CO, Jakarta - Amir Kolahdouz dari Pishgaman Cycling Team sukses menjadi yang tercepat pada etape berat kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2016 dari Padang Panjang menuju Puncak Lawang, Agam, Selasa.

    Pebalap asal Iran yang juga pemegang polkadot jersey (raja tanjakan) masuk finis sendirian dengan catatan waktu 03:59:13 untuk menyelesaikan balapan dengan jarak tempuh 151,6 km.

    Tanda-tanda kemenangan pebalap dari tim juara bertahan kejuaraan ini sudah tampak sejak balapan mendekat Kelok 44 yang merupakan salah satu ikon kejuaraan balap sepeda terbesar di Indonesia yang sudah masuk kalender UCI ini.

    Sejak tanjakan Kelok 1, tiga pebalap Pishgaman Cycling Team yaitu Amir Kolahdouz, Reza Hosseini dan Rahim Emami terus memimpin. Tanjakan tinggi patah-patah yang ada mampu didaki dengan cepat, ia bahkan mampu meninggalkan pebalap lain di belakangnya.

    Satu kilo menjelang finis , tiga pebalap satu tim ini saling bersaing untuk masuk finis terlebih dahulu. Dan ternyata, Amir Kolahdouz yang lebih beruntung karena mampu menggungguli dua rekannya. Pebalap dengan nomor start satu itu terlihat tenang meski harus mendaki setinggi 1.230 mdpl.

    Dengan kemenangan ini, Amir Kolahdouz mampu merebut yellow jersey atau pemimpin klasemen sementara balapan yang masuk seri kedelapan ini dari tangan Ricardo Garcia dari Kinan Cycling Team yang di etape empat hanya finis di urutan enam atau terpaut dua menit 52 detik.

    Pada etape berat ini, Indonesia tetap mampu menempatkan wakilnya di barisan depan lewat Dadi Suryadi. Pebalap yang memperkuat Terengganu Cyling Team Malaysia ini mampu menempel trio Iran. Meski jaraknya cukup jauh, pebalap asal Sumedang, Jawa Barat itu mampu finis di urutan keempat.

    Pemenang red white jersey atau pebalap Indonesia tercepat di TdS 2016 ini masuk finis di ketinggian Puncak Lawang sendirian dengan catatan waktu 04:00:16 atau terpaut satu menit tiga detik dengan pebalap tercepat.

    Apa yang diraih oleh mantan pebalap Pegasus Cycling Team ini sesuai dengan prediksi awal. Dadi sebelum balapan mengaku akan sekuat tenaga berada di depan. Apalagi di etape empat bisa dikatakan sebagai penentuan. Siapa yang berada di depan akan memimpin klasemen secara umum.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.