Sehari 2 Kali Menang, Phelps Raih Emas Olimpiade Ke-21  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penerang asal AS, Michael Phelps bertepuk tangan sambil tertawa saat berada di podium setelah meraih medali emas pada 200 meter gaya kupu-kupu prua Olimpiade Rio 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, 9 Agustus 2016. AP/Martin Meissner

    Penerang asal AS, Michael Phelps bertepuk tangan sambil tertawa saat berada di podium setelah meraih medali emas pada 200 meter gaya kupu-kupu prua Olimpiade Rio 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, 9 Agustus 2016. AP/Martin Meissner

    TEMPO.CO, Jakarta - Perenang Amerika Serikat, Michael Phelps, meraih dua medali emas pada perlombaan Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, pada Selasa malam, 9 Agustus 2016. Ia pun memastikan diri mengumpulkan 21 medali emas Olimpiade sepanjang kariernya.

    Perenang 31 tahun itu memastikan diri meraih emas ke-21 dengan memenangi lomba nomor 400 x 200 meter estafet gaya bebas putra. Ini adalah kemenangan keempat berturut-turut dari tim Amerika Serikat dalam ajang Olimpiade. Atlet renang Olimpiade paling sukses sepanjang waktu itu menambah jumlah total perolehan medali selama kariernya menjadi 25, termasuk dua medali perak dan dua medali perunggu.

    Sebelumnya, dia meraih medali emas ke-20 dalam kariernya dari nomor 200 meter gaya kupu-kupu dalam kompetisi yang dibayang-bayangi kekalahan dari perenang Afrika Selatan, Chad Le Clos, di Olimpiade 2012.

    Phelps finis dengan waktu 1 menit 53,36 detik, lebih lambat daripada waktu saat ia meraih perak pada 2012. Tapi ia mampu menjadi yang tercepat dan finis di depan perenang Jepang, Masato Sakai, dan perenang Hungaria, Tamas Kenderesi.

    Dalam lomba 4 x 200 meter, sorakan keras terdengar dari kerumunan di Rio ketika Phelps yang jadi perenang keempat melompat dari blok 1,76 detik lebih dulu dari perenang Jepang dan 2,88 detik dari atlet Inggris. Atlet Amerika itu menyelesaikan pertandingan dalam 7 menit 00,66 detik.

    Sedangkan atlet James Guy membawa Inggris meraih medali perak—medali pertama bagi Inggris dalam ajang ini setelah memenangi medali perunggu pada 1984.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?