Rio 2016, Dua Perenang Indonesia Terhenti di Babak Penyisihan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Glenn Victor Sutanto berlatih jelang Olimpiade Rio, Brasil, di Jakarta, 22 Juli 2016. ANTARA/Wahyu Putro A

    Glenn Victor Sutanto berlatih jelang Olimpiade Rio, Brasil, di Jakarta, 22 Juli 2016. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua perenang Indonesia, Glenn Sutanto dan Yessy Yosaputra, terhenti pada babak penyisihan atau heat di nomor-nomor yang diikutinya pada cabang renang Olimpiade ke-31 di Rio de Janeiro, Brasil, Kamis, 11 Agustus 2016.

    Glenn tampil di nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra dan mendapat giliran pada heat kedua dalam pertandingan di Olympic Aquatic Stadium. Ia hanya mampu mencatatkan waktu 54,25 detik. Ia berada di urutan ketiga dalam heat kedua tersebut sehingga tidak bisa lolos ke babak berikutnya karena catatan waktunya masih di bawah perenang lain. Catatan waktu yang dibukukan Glenn itu juga masih di bawah rekor terbaiknya sendiri, yakni 53,33 detik.

    Sementara itu, Yessy Yosaputra pada penyisihan nomor 200 meter punggung putri hanya mencatatkan waktu dua menit 20,88 detik. Catatan waktu tersebut juga di bawah kemampuan terbaiknya, yaitu 2 menit 17,17 detik.

    "Kami mohon maaf atas nama tim renang karena hasil yang kurang memuaskan di Olimpiade ini," kata manajer tim renang Indonesia, Hartadi Nurtjojo, di Rio de Janeiro, Kamis petang.

    Menurut Hartadi, seharusnya situasi persaingan ketat di Olimpiade ini membuat mereka bisa mencetak waktu terbaiknya masing-masing. "Kondisi kolam renangnya juga bagus. Mungkin mereka agak gugup dan kurang percaya diri, sehingga hasilnya kurang maksimal," ujarnya.

    Hartadi menuturkan, ke depan, perenang-perenang Indonesia perlu lebih banyak mengikuti event internasional agar lebih percaya diri saat bersaing dengan atlet-atlet kelas dunia.

    Glenn dan Yessy tampil di Olimpiade 2016 dengan fasilitas wild card.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.